PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Meskipun dalam masa pandemi covid-19, penerbangan pesawat di Bandar Udara (Bandara) Fatmawati Soekarno Bengkulu tidak mengalami permasalahan serius. Buktinya, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan mencapai 22.958 orang dalam sebulan.

Itu, tak lepas dari penerapan penerbangan aman (Safe Travel Campaign) yang dilakukan setiap maskapai pesawat.

General Manager Eksekutif Bandara Fatmawati-Soekarno, Heru Karyadi mengatakan Safe Travel Campaign telah diterapkan sejak awal Agustus 2020 lalu. Serta, program itu malah memberi dampak positif terhadap aktivitas penerbangan di Bumi Rafflesia.

Tercatat, pada kurun waktu bulan September 2020, sebanyak 22.958 orang penumpang terdaftar dalam 204 penerbangan pesawat terjadwal. Sementara, penerbangan yang tak terjadwal atau singgah berjumlah 236 pesawat.

“Tren positif sejak diluncurkannya penerbangan aman dari Kementerian Perhubungan. Penumpang mulai percaya diri melakukan perjalanan udara dengan protokol kesehatan yang maksimal dari Bandara,” kata Heru pada Senin (26/10/2020).

Heru melanjutkan, penerapan protokol kesehatan secara terkoordinir yang dilakukan pihak maskapai dan pengelola, menjadi ujung tombak program tersebut. Lantaran itu, masyarakat yang menggunakan jasa penerbanganpun merasa aman dan nyaman.

“Sosialisasi kesehatan dengan ubah laku dan deteksi dini membuat penumpang mulai berani menggunakan moda angkutan udara. Keselamatan penerbangan dari pihak maskapai juga sudah maksimal sehingga tidak ada klaster COVID-19 dari Bandara,” ujarnya.

Heru menjelaskan, sebelum diterapkannya kampanye keselamatan penerbangan di Bandara Fatmawati, jumlah penumpang hanya mencapai 600 orang dalam sebulan. Oleh karena itu, demi menambah daya tarik dan promosi kearifan lokal bagi pengunjung luar daerah, pihaknya turut menampilkan ikon wisata dan kekayaan alam Bengkulu di sepanjang ruang tunggu penumpang.

“Jadi untuk penumpang yang baru sampai maupun akan pergi, mereka bakal melewati ruangan yang kita desain seperti pameran. Di sana kita tampilkan berbagai macam lukisan bunga rafflesia, batik besurek hingga tempat peninggalan sejarah di Bengkulu,” tutup Heru. [Alfi]