PedomanBengkulu.com, Seluma – Permasalahan mengenai tapal batas antara Kabupaten Seluma dengan Bengkulu Selatan hingga saat ini belum selesai. Kedua belah pihak masih mengklaim wilayahnya yang berada di tujuh desa di kecamatan Semidang Alas (SA) dan Semidang Alas Maras (SAM).

Warga yang tinggal di Kecamatan SA dan SAM, menyatakan tidak akan bergabung ke Bengkulu Selatan, dan tetap menginginkan berada di wilayah Seluma meski Permendagri nomor 9 tahun 2020 telah menyatakan sebagian wilayah di tujuh desa masuk ke Bengkulu Selatan. Kendati demikian tetap ada warga yang setuju, bila masuk ke wilayah Bengkulu Selatan.
Salah satunya adalah Rohani (58), warga desa Talang Alai kecamatan Semidang Alas Maras.

“Mau saya, mengapa tidak mau? karena mudah berurusan dengan Manna (Bengkulu Selatan) jaraknya dekat. Tidak apa apa jika tidak masuk Seluma lagi, kami juga asalnya pemeraran dari Bengkulu Selatan,” ujar Rohani (11/10/2020).

Adapun dalam Permendagri nomor 9 tahun 2020 terdapat sebagian wilayah di tujuh desa yang masuk ke Bengkulu Selatan. Desa Muara Maras kehilangan 118,62 Hektar, Serian Bandung 211,79 hektar, Talang Alai kehilangan 141,68 hektar, Talang Kemang 291,20 hektar. Kemudian Desa Jembatan Akar 346,54 hektar Gunung Kembang 46,324 hektar, serta satu desa di Kecamatan Semidang Alas yakni desa Suban kehilangan 689,65 hektar. [IT2006]