Ilustrasi pohon ditebang, sumber : Freepik.com

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Bencana alam berupa banjir bandang di desa Air Keruh kecamatan Ulu Talo senin (5/10/2020) lalu menyisakan kerusakan dan kerugian warga. Pemukiman warga banyak yang rusak, bahkan beberapa rumah hanyut karena dibawa air sungai yang deras. Tak hanya itu terjangan air dari luapan sungai tersebut juga membuat satu jembatan gantung penghubung desa terputus.

Bencana banjir bandang diduga tak hanya disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda Kabupaten Seluma sejak beberapa pekan terakhir, melainkan faktor kerusakan alam. Salah satu warga asli kelahiran desa Air Keruh, Seran (70) menyebut, kerusakan alam terjadi sejak puluhan tahun lalu. Ini disebabkan pembukaan lahan yang dulunya dipenuhi pohon lebat, diubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

“(Kondisi hutan) Sekarang? habis. Lihat saja sendiri, daerah bukit bukit itu sudah gundul semua. Kecuali kalau memang itu lahan milik PT, dan hutan itu diganti menjadi kelapa sawit,” ujar Seran.

Sementara itu Bupati Seluma, Bundra Jaya (6/10/2020) sebelumnya tak menampik kawasan hutan di Ulu Talo yang telah banyak rusak, karena adanya penebangan untuk membangun perkebunan kelapa sawit.

“Kita sudah tau sendiri, kalau kita sampai ke sananya (kawasan hulu sungai) saya belum tahu belum lihat. Yang jelas kalau di atas itu sudah gundul, dari dulu sudah gundul hutan kita. Bukan berarti orang kita sendiri, tetapi ada juga orang lain (hutan) sudah dikebuni,” jelasnya.

Diketahui banjir bukan kali pertama melanda wilayah desa Air Keruh. Pada 1990an silam, banjir juga melanda desa, namun kondisinya tidak separah saat ini.

“Yang sekali ini memang parah sekali dampaknya,” ujar salah satu warga yang terdampak banjir. [IT2006]