Foto: Debat Perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (9/11/2020) malam

Penonton debat kandidat tiba-tiba melongo. Kemudian tersenyum. Lalu tertawa. Makin terbahak. Lucu sekali.

Apa sebab? Calon Gubernur (Cagub) Agusrin M Najamuddin menyampaikan pembangunan Pantai Panjang, zaman dia dulu, tanpa APBD.

“1 rupiah pun tidak pakai anggaran APBD,” ucap Agusrin, pede.

Dia melanjutkan, pembangunan itu gampang. Kuncinya, mendatangkan investor.

“Pantai Panjang itu investor yang bangun,” kata Agusrin, tegas, lupa kalau sedang salah ucap.

Entah apa yang merasuki Agusrin sampai berhalusinasi begitu. Mana ada pembangunan tanpa APBD. Atau Agusrin tidak tahu apa itu APBD?

Sebagai warga yang bahagia, penulis mengakui Agusrin adalah gubernur dibalik pembangunan Pantai Panjang. Tapi yang perlu diketahui, nyaris semua pembangunan itu berujung pidana.

Jadi, lucu saja, kalau Agusrin yang merupakan gubernur paling rajin didemo mahasiswa itu ngaku sebagai sosok yang membangun Bengkulu. Apalagi kalau Agusrin sebut tanpa APBD. Penulis cuma bisa geleng kepala sambil mengusap perut yang tidak buncit, dan merenungi dompet yang tak kunjung tebal.

Baiklah. To the point.

Agusrin menerapkan anggaran tahun jamak (multi years). Jadi wajar kalau banyak pembangunan di tahun yang sama.

Begitu juga dengan Pantai Panjang. Anggarannya juga tidak sedikit. Di tepi pantai dibangun ‘jogging track’ 1,5 meter yang dikeraskan dan dilapisi batu pipih. Berapa APBD yang dipake? Rp12 miliar. Banyak bukan?

Biar makin indah, pantai dipasangi lampu. Untuk proyek penerangan ini, Agusrin sedot Rp24 miliar APBD Bengkulu.

Sialnya, tak semua anggaran dihabiskan untuk beli lampu. Ada juga dikorupsi. Adalah Zulkarnain Muin yang divonis bersalah. Mantan Kadis PU Provinsi Bengkulu itu akhirnya memilih kabur, jadi DPO.

Agar makin ciamik, di pojok pantai dibangun pusat olahraga, bahasa kerennya ‘sport centre’. Tapi jangan bayangkan pusat olahraga yang dibangun seelok Gelora Bung Karno. Cuma tanah datar yang disemen, dan dikasih tribun sedikit.

Walaupun cuma tanah datar yang disemen, anggarannya ternyata tidak cuma-cuma. Kurang lebih Rp25 miliar APBD disedot untuk membangun sport centre itu.

Proyek apalagi di Pantai Panjang? Masih banyak. Pembangunan Mess Pemda, Break Water (penghalau gelombang), dan jalan bisa juga masuk hitung-hitungan. Dan semuanya pakai APBD.

Intinya, tak perlu tipu-tipu. Kira-kira begitu.

Penulis adalah warga Kota Bengkulu, bukan alumni Sukamiskin.