PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pandemi covid-19 telah menimbulkan goncangan dalam banyak sendi kehidupan anak-anak. Bahkan hak anak-anak untuk menerima pendidikan ikut keteteran. Menata kembali kehidupan yang indah untuk anak-anak di masa depan adalah tugas dan tanggungjawab semua generasi yang hidup pada hari ini.

Demikian diungkapkan Senator Muda Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief bertepatan dengan Hari Anak Sedunia atau Hari Anak Internasional yang diperingati setiap tahun, termasuk pada hari ini, Jumat (20/11/2020).

“Tema yang diangkat UNICEF (United Nations Children’s Fund) pada tahun ini terasa begitu pas, a day to reimagine a better future for every child, membangun kembali masa depan yang lebih baik bagi setiap anak di dunia,” kata Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu menilai, krisis terhadap hak anak-anak akan berdampak besar terhadap kehidupan bangsa dan negara di masa yang akan datang.

“Kecuali kalau mulai sekarang ditangani dengan baik. Mulailah dengan memastikan bahwa seluruh anak-anak belajar, siapkan fasilitas internet ke seluruh negeri. Jamin semua anak sehat, cukup gizi, mendapati vaksin yang terjangkau, terlindungi secara mental, terlindung dari pelecehan, kekerasan berbasis gender dan penelantaran,” tegas Riri Damayanti.

Selaras dengan imbauan UNICEF, Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini melanjutkan, pada Hari Anak Sedunia 2020 ini berikan kepada anak-anak akses ke air bersih, sanitasi, dan atasi degradasi lingkungan dan perubahan iklim.

“Setop peningkatan kemiskinan yang berdampak pada anak dan memastikan pemulihan inklusif untuk semua serta gandakan upaya untuk melindungi dan mendukung anak-anak dan keluarganya yang hidup di tengah konflik, bencana dan pengungsian,” ujar Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, tanggungjawab untuk mendidik anak-anak bukan hanya terletak pada pundak pemerintah, namun juga pengusaha, organisasi masyarakat, dan segenap komponen masyarakat lainnya.

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah, bahkan yang paling miskin sekalipun. Kalau ada dana semacam CSR (corporate social responsibility) kasih buat pendidikan anak-anak sajalah. Sekarang ini semua pihak harus melibatkan diri untuk mewujudkan pendidikan yang terbaik bagi generasi bangsa ini,” demikian Riri Damayanti menyampaikan harapan.

Hari Anak Sedunia setiap tahun diperingati pada tanggal 20 November yang diambil sebagai Hari Anak karena pada tahun 1959, Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak. Pada hari yang sama tahun 1989, Sidang Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak. [Muhammad Qolbi]