Foto bersama para wartawan dengan OJK Provinsi Bengkulu dalam acara ‘coffee morning’ pada Kamis (19/11/2020) sekira pukul 08.00 WIB di Palm Resto Hotel Mercure Bengkulu.

Pedomanbengkulu.com, Bengkulu – Sektor keuangan merupakan salah satu bagian penting dan vital yang rentan, menuai gejolak polemik bagi Bumi Rafflesia.

Lantaran itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu yang menyadari sensitifitas itu menggelar ‘coffee morning’ bersama para awakmedia, pada Kamis (19/11/2020) sekira pukul 08.00 WIB di Palm Resto Hotel Mercure Bengkulu.

Dalam ajang sillaturrahmi, sembari membahas masalah perkembangan industri keuangan di Provinsi Bengkulu. Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro mengatakan permasalahan yang melanda aset Provinsi Bengkulu, yakni Bank Bengkulu masih dalam monitoring pihaknya.

“Informasi terakhir dari Bank Bengkulu, sudah ada investor yang menyuntikkan dana setoran modal. Dari groupnya Chairul Tanjung Mega Corpora,” kata Tito kepada awakmedia, pada Kamis (19/11/2020) pagi.

Tito melanjutkan, group Chairul Tanjung berencana menyuntikkan modal sebesar sekitar Rp100 miliar. Namun, hal itu mesti mendapat persetujuan dari Rapat Usaha Pemegang Saham (RUPS).

“Informasinya, nanti RUPS itu tanggal 23 November,” ungkap Tito.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro

Dengan masuknya investor tersohor di Indonesia itu, diharapkan dapat menambah kekurangan modal pengelolaan keuangan perbankan. Sebab, pada aturannya batas modal yang harus dimiliki perbankan sebesar Rp 1 triliun.

“Kami mendorong dengan kekurangan yang sedikit ini. Apalagi mendapat suntikan dari Mega corpora, kami optimis bisa mencapai satu triliun. Dan mempertahankan status Bank Bengkulu,” tutur Tito. [Alfi]