PedomanBengkulu.com, Lebong – Dari dua desa yakni Desa Semelako II Kecamatan Lebong Tengah dan Desa Kota Donok Kecamatan Lebong Selatan, yang masuk dalam daftar pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Desa (DD) yang ditangani Satreskrim Polres Lebong tahun 2020. Jum’at (27/11/2020) Polres Lebong sudah merampungkan dan menetapkan

Mantan Kades Semelako II Kecamatan Lebong Tengah berinisial FS, sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan di Mapolres Lebong.

Penetapan tersangka FS, yang juga merupakan mantan Kades Semelako II ini, untuk mempertanggungjawabkan dugaan korupsi, pada kegiatan DD tahun anggaran 2019 yang merugikan negara mencapai Rp277 juta.

Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur S.IK kepada PedomanBengkulu.com Sabtu (28/11/2020) siang. Dikatakan Kapolres, penetapan tersangka pada FS ini merupakan hasil penyelidikan Satreskrim Polres Lebong. Dimana sebelumnya FS saat masih menjabat Kades Semelako II.

Dalam pelaksanaan program desa, Total DD tahun 2019 yang diterima Desa Semelamo II sebesar Rp.848.023.00. Penyerapannya pada pencairan tahap 1 Rp.169.604.600 dan pencairan tahap 2 sebesar Rp.339.209.200. Sedangkan untuk tahap ketiga belum sempat dicairkan, FS sudah habis masa jabatannya sebagai Kades Semelako II. Kemudian berdasarkan Kerugian Negara (KN) hasil Audit Inspektorat Kabupaten Lebong ditemukan KN senilai Rp277.342.409.

“Modus yang dilakukan tersangka adalah diduga memakan uang DD, pekerjaan fisik belum selesai anggaran DD sudah habis. Tersangka FS disangkakan melanggar Pasal 2 dab Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor dan Permendagri Nomor 20 tahun 2018,” ungkap Kapolres.

Disebutkan Kapolres, kasus tersebut sebelumnya pernah ditangani APIP Pemkab Lebong. Tapi tidak ada niat baik untuk pertanggungjawaban dari mantan Kades. Setelah dilakukan pemeriksaan dan sudah memenuhi syarat, maka tersangka langsung ditangkap. Berdasarkan LP/A-274/X/2020/BKL/RES LBG tertanggal 15 Oktober 2020, SP.DIK/31/X/2020/RESKRIM tertanggal 15 Oktober 2020 dan SP.GAS/31/X/2020/RESKRIM tertanggal 15 Oktober 2020.

“Sekarang FS sudah ditetapkan Tersangka dan sudah dilakukan penahanan terhitung Jum’at kemarin,” singkat Kapolres Ichsan. [Supriyadi]