Terindikasi Pelanggaran Pidana dan Pelanggaran Netralitas ASN

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Rekaman suara diduga Pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayan Rejang Lebong yang melakukan pengambilan sumpah dan pungutan dana kepada ASN dilingkungan instansi untuk memenangkan salah satu pasangan Calon Bupati/Calon Wakil Bupati Rejang Lebong, diakui Divisi Hukum Bawaslu Provinsi Bengkulu Halid Saifullah sudah menjadi isu nasional.

“Sekarang peristiwa di Rejang Lebong ini sekarang sudah menjadi isu Nasional dan sekarang penangananya sudah On Proses di Bawaslu Rejang Lebong,” kata Halid, Senin (23/11/2020).

Ditambahkan Halid, untuk penanganan pelanggaran yang terjadi, Bawaslu Rejang Lebong memiliki 2 mekanisme untuk penangan pelaranggaran yang terjadi yakni mekanisme laporan dan mekanisme temuan.

“Untuk kejadian di Rejang Lebong karena informasi sudah beredar maka bisa jadi temuan, itu dugaannya melanggar pasal 71 ayat 1 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur/wakil Gubernur/ Pemilihan Walikota/Wakil Walikota,pemilihan Bupati/ Wakil Bupati. Ini dugaanya Pidana karena dugaanya melibatkan pejabat struktural dalam rangka terlibat dalam politik praktis berarti masuk ke Gakumndu. Pasal 71 ini juga bisa dua yakni pelanggaan pidana dan pelanggaran Netralitas ASN. Untuk netralitas ASN ini akan diteruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negra,” kata Halid.

Halid Juga menyampaikan bahwa Bawaslu Provinsi sudah mengarahkan Bawaslu Rejang Lebong untuk melakukan Proses terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pejabat di Dikbud Rejang Lebong.

Sebelumnya beredar rekaman suara diduga pejabat dilingkungan Dikbud Rejang Lebong mengambil sumpah ASN yang diduga adalah para kepala sekolah untuk memenangkan salah satu pasangan calon bupati dan calon Wakil Bupati yang maju dalam Pilkada Rejang Lebong. Selain disumpah para pejabat sekolah tersebut juga diminta memberikan sumbangan dengan nilai nominal minimal yang sudah ditetapkan.

Rekaman suara yang telah dijadikan Video berdurasi 7 menit, dengan cover foto yang diduga kepala bidang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rejang Lebong bersama sejumlah orang yang mengenakan pakaian Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan keterangan “Pembicara adalah Kabid Pembinaan SD Dinas Diknas Kab Rejang Lebong Deri Efendi,S.Pd.MM” dengan menyantumkan nomor induk pegawai (NIP). [Julkifli Sembiring]