PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang memiliki penduduk dengan keyakinan yang beragam mulai dari Islam, Kristen, Hindu, Budha, hingga Kong Hu Chu.

Melalui momen Hari Kerohanian 2020, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief, mengajak warga Bengkulu untuk terus meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai keyakinan yang dianut oleh orang lain.

“Melalui momen ini mari sama-sama mendoakan agar Bengkulu tetap bersatu dan harmonis dalam keberagaman keyakinan. Persatuan ini adalah bekal paling penting bagi Bengkulu untuk maju,” kata Riri Damayanti, Selasa (3/11/2020).

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Kelembagaan BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini mengapresasi sejuknya pemilihan kepala daerah serentak 2020 di Bumi Rafflesia yang berjalan dengan suasana sejuk dan damai tanpa ada gesekan antar keyakinan.

“Mudah-mudahan semua kandidat bisa ambil bagian secara aktif untuk mempersatukan perbedaan sehingga Bengkulu bisa terus berusaha untuk menjadi provinsi yang maju,” ungkap Riri Damayanti.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini melanjutkan, sikap toleransi adalah modal utama bagi sebuah daerah untuk maju.

“Sebaliknya kalau antar keyakinan bentrok, sebuah daerah akan hancur. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melindungi Bumi Rafflesia dari sikap berpecah belah,” harap Riri Damayanti.

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini memaparkan, setiap agama senantiasa berupaya untuk membangun jiwa rohani yang luhur bagi setiap pemeluknya.

“Muaranya menuju pembentukan moral sosial masyarakat yang memiliki sikap tenggang rasa, mementingkan kebaikan antar sesama ketimbang kelompoknya masing-masing. Semangat Hari Kerohanian seperti ini hidup di tengah-tengah warga Bengkulu,” sampai Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menambahkan, Indonsia terbentuk karena toleransi yang dibungkus dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Semangat itu yang perlu terus dikembangkan di Bengkulu dengan cara tidak mencari-cari perbedaan antar keyakinan, tapi persamaan. Kalau ini wujud insya Allah kemajuan Bengkulu pasti akan terlihat di depan mata,” demikian Riri Damayanti. [Muhammad Qolbi]