PedomanBengkulu.com, Kaur – Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono kembali mengingat kan agar anggota Polri terutama anggotanya agar selalu menjaga netralitasnya dalam pelaksanaan Pemilukada tahun 2020 ini.

Hal itu disampaikannya pada saat mengunjungi Polsek Make, Polsek Massal dan Polsek Kaur Selatan dalam sosialisasi terkait netralitas anggota Polri dalam hajatan Pilkada 2020.

“Anggota Polri dilarang keras terlibat politik praktis serta keberpihakan pada Pilkada 2020 ini dan saya harapkan memahami SE Kapolri no 7/VI/2014 tentang netralitas anggota Polri,” kata Agung, Jumat (20/11/2020).

Dalam kegiatan itu KBO Sat intelkam IPDA Kosseri SH juga menyampaikan terkait potensi kerawanan terutama pada saat pengadaan logistik KPUD lalu pada saat distribusi logistik, saat pencoblosan serta penghitungan dan rekapitulasi suara di TPS dan penggeseran dari TPS ke PPK. [Sirat]

Adapun beberapa poin yang disampaikan saat sosialisasi, yaitu:

– Personil Polri dilarang terlibat politik praktis
– Tidak ada keberpihakan Polri dalam Pilkada
– Dilarang menyalahgunakan wewenang
– Dilarang menyalahgunakan fasilitas Polri untuk mendukung Paslon
– Melarang segala bentuk peminjaman, penyewaan gedung/lapangan/halaman milik polri kepada tim paslon
– Dilarang menempatkan kendaraan dinas polri di lokasi tim sukses paslon, kecuali dalam hal pengamanan
– Dilarang memasang gambar/ poster di seputaran Mako
– Ancaman hukuman bagi polri yang terlibat politik praktis
– Untuk situasi Kamtibmas saat ini sudah baik, namun adanya masukan dari pimpinan terkait adanya isu personil polri yang tidak Netral
– Agar mempedomani SE Kapolri No : 7/VI/2014 tentang Pedoman Netralitas Polri.