PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Keluarga merupakan unit terkecil dari elemen masyarakat, banyak hal yang kita dapatkan dalam keluarga salah satunya adalah pendidikan. Namun, di zaman sekarang sering sekali terjadi kasus yang berawal dari permasalahan keluarga akibat kurangnya pengetahuan yang didapatkan dari keluarga, mulai dari kasus pernikahan usia muda, Seks bebas, bahkan Napza.

Seperti halnya Kasus pemerkosaan yang masih tinggi di provinsi Bengkulu (113 kasus pada 2018) Perkawinan usia anak yang masih marak terjadi (285 kasus pada 2019), serta kurang bagusnya komunikasi antara orangtua dan remaja yang mengakibatkan terjadinya kasus tersebut, melihat mirisnya beberapa kasus diatas maka Wilky Putra Juliansyah mahasiswa PGSD Universitas Bengkulu yang merupakan Duta GenRe Provinsi Bengkulu menciptakan sebuah program inovasi yang diberi nama dengan The Power of GenRe.

Kegiatan GenRe Emak di Kampung KB Jalan Gedang Kota Bengkulu

The Power of GenRe merupakan Program inovatif yang memadukan 3 kegiatan dengan sasaran program yang berbeda-beda yakni GenRe Emak ditujukan kepada Ibu-ibu,

Sementara Surau GenRe ditujukan kepada Bapak-bapak dan remaja putra sebagai calon ayah, sedangkan sarang GenRe (Sabtu malam Bareng GenRe) ditujukan kepada para remaja.

“The Power of GenRe bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai komunikasi antara remaja dan orang tua. sekaligus menyebarkan virus GenRe kepada remaja dengan cara-cara inovatif,” ucap Willy kepada PedomanBengkulu.com, Minggu (22/11).

Keseruan Kegiatan Sarang GenRe offline pada kegiatan Pelatihan bagi Pengelola PIK-R

Melalui program ini, dirinya berharap virus-virus GenRe akan tersebar kepada remaja serta meningkatnya pemahaman mengenai komunikasi remaja dan orang tua, sehingga terwujudnya Keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

“Mudah-mudahan program ini juga dapat turut serta membantu menurunkan kasus pemerkosaan dan pernikahan usia muda di Indonesia terkhusus untuk provinsi Bengkulu,” tutupnya. [Kucir.06]