PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Lima Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terancam akan dipecat. Hal ini lantaran kelima ASN bersangkutan telah ditetapkan sebagai terpidana kasus korupsi dan narkotika.

Kelimanya yakni Mu dan Pi yang melakukan tindak pidana korupsi. Kemudian Be, Ak, Ap yang melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Benteng, Apileslipi, S.Kom, M.Si mengatakan kelima ASN berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berbeda. Yakni Dinas Kesehatan, Inspektorat Daerah, Pemkab Benteng dan DPRD Benteng.

Kemudian pemberhentian dikembalikan kepada kebijakan tim dari pemerintah daerah dan didasari dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN dan Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

‘’Ada lima ASN yang memang tersangkut masalah tindak pidana. Ada yang tipikor dan narkoba. Tentunya sudah menjalani hukuman dan sesuai aturan dapat terancam untuk dipecat. Tapi saat ini masih menunggu surat keputusan dari bupati,’’ ujar Apileslipi, Sabtu (31/10/2020).

Apileslipi menjelaskan, baik dalam PP maupun UU pemberhentian dilakukan jikalau ASN bersangkutan dipidana dengan pidana kurungan penjara paling singkat 2 tahun atau lebih. Selain itu, ASN dapat diberhentikan secara hormat maupun tidak hormat. Jika dengan hormat, masih berkemungkinan untuk mendapatkan uang pensiun. Sementara tidak hormat, tidak akan mendapatkan uang pensiun apapun.

‘’Nanti ada pertimbangan apakah diberhentikan secara hormat maupun tidak hormat,’’ demikian Apileslipi. [Hendri Suwi]