Para pemuda Masjid At-Taubah Eks Lokalisasi Pulau Baai RT 8 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu yang mulai terlibat dalam usaha dakwah berfoto bersama di masjid tersebut, Rabu (18/11/2020).

MATAHARI telah terbenam sempurna ketika jamaah dakwah Masjid Nurul Islam Kelurahan Anggut Bawah tiba di kawasan pelacuran terbesar di Bengkulu atau yang populer dengan sebutan Eks Lokalisasi Pulau Baai, Jumat (13/11/2020). Setibanya di kawasan ini, jamaah langsung memasuki Masjid At-Taubah yang terletak di RT 8 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu.

RUDI NURDIANSYAH, Kota Bengkulu

Dentuman suara musik dan kemerlap lampu berwarni-warni mengiringi keberadaan jamaah ketika masuk ke masjid yang diresmikan Wali Kota Bengkulu H Helmi Hasan pada tanggal 6 Januari 2014 tersebut.

Ketika hendak menuju peristirahatan, jamaah dakwah Masjid Nurul Islam memulai programnya dengan membaca surat As-Sajadah dan Al-Mulk, dua surat yang tak pernah tinggal untuk dibaca oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur. Yang memimpin doa saat itu meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar bersedia membuka pintu hati para penghuni kawasan Eks Lokalisasi.

Sabtu (14/11/2020) subuh, jamaah memulai aktifitas dengan optimisme yang tinggi. Sebab, keberadaan jamaah disambut begitu ramah oleh penduduk setempat. Hendra dan Angga, dua pemuda setempat, bahkan ikut serta dalam pelatihan dakwah yang digelar oleh jamaah di masjid mereka dari awal hingga usai. Pak Didin yang begitu ramah dan Agus, pemuda yang tumbuh bersama keceriaan anak-anak Eks Lokalisasi membuat lingkungan masjid menjadi kian semarak akan suasana ketaatan.

Ketika matahari beranjak tinggi, suasana hening masih menyelimuti kawasan Eks Lokalisasi. Keadaan terasa kontras dengan malam hari yang gaduh dengan musik dan nyanyian pemandu lagu. Saat seperti ini, Hendra menemani salah satu jamaah masuk ke tengah-tengah pemukiman penduduk untuk bersilaturahmi, mengajak penduduk setempat untuk taat kepada Allah.

Saat silaturahmi, jamaah berhasil menjumpai Yopi, Edi, Asep, Anton, Rizki dan Parto. Semua menerima dakwah jamaah dengan baik. Meski belum tergerak untuk ke masjid, tapi dari mulut mereka keluar kalimat insya Allah, sebuah kalimat sakral yang begitu dirindukan oleh jamaah dakwah ketika mengajak orang lain taat kepada Allah.

Ahad (15/11/2020), setelah jamaah dakwah berkeliling dari pintu ke pintu rumah penduduk, Allah pun menujukkan kuasanya dengan mendatangkan banyak warga yang salat Magrib berjamaah di masjid ini.

Lebih dari lima tahun berdiri, Masjid At-Taubah kini telah mengalami banyak perubahan. Saat ini, suara azan telah terdengar lima kali dalam sehari. Masjid yang semula hanya berukuran 5X6 meter persegi kini telah diperluas lengkap dengan halaman dan pagar.

Dalam waktu-waktu tertentu, pemuda setempat membacakan hadist-hadist Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan-keutamaan dalam mengamalkan agama dengan pengeras suara agar masuk menembus relung hati para penduduk setempat.

Mesti melewati jalan berbatu dan tanah liat sepanjang hampir dua kilometer, Masjid At-Taubah berada tepat di depan gerbang pintu masuk kawasan prostitusi. Masjid ini dibangun Pemerintah Kota Bengkulu setelah diusulkan oleh pekerja seks komersil (PSK) yang menjajakan cintanya di kawasan yang dikelilingi banyak rawa ini.

Kawasan ini sebenarnya menyimpan potensi pariwisata yang besar. Selain memiliki pantai yang indah dan spot memancing yang banyak, kehadiran Masjid At-Taubah menjadi pilihan utama bagi warga setempat dan pengunjung yang ingin beribadah kepada Allah di kawasan tersebut.

Helmi Hasan, wali kota yang kini tengah menjadi calon gubernur Bengkulu, ketika meresmikan Masjid At-Taubah ini memang berharap cahaya yang dipancarkan didalamnya perlahan-lahan dapat melenyapkan kegelapan yang menyelimuti kawasan ini.

Saya bersyukur wali kota dua periode tersebut memilih jalan damai untuk menghancurkan kemaksiatan di kawasan ini. Saya tidak bisa membayangkan kalau yang dipilih adalah jalan kekerasan, saya yakin PSK yang ada didalamnya justru menyebar dan masalah akan semakin rumit.

Dengan kehadiran pemuda-pemuda setempat yang istikamah mengamalkan agama dan menghidupkan amalan masjid sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mudah-mudahan keinginan Helmi Hasan itu terwujud.

Mari sama-sama doakan pemuda-pemuda tersebut tetap istikamah memancarkan cahaya hidayah hingga penduduk di kawasan ini perlahan-lahan menyadari bahwa hidup mereka di dunia ini hanya sebentar saja untuk kemudian mati dan disiksa bila banyak dosa, banjir karunia dan kenikmatan bila memiliki banyak pahala. [**]