PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Beberapa hari belakangan ini beredar rekaman pertemuan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Rejang Lebong.

Dalam Rekaman tersebut salah seorang pejabat Dikbud mengambil sumpah ASN yang diduga adalah para kepala sekolah untuk memenangkan salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang maju dalam pilkada Rejang Lebong.

Selain disumpah para pejabat sekolah tersebut juga diminta memberikan sumbangan dengan nilai nominal minimal yang sudah ditetapkan.

Rekaman suara yang telah dijadikan Video berdurasi 7 menit, dengan cover foto yang diduga kepala bidang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rejang Lebong bersama sejumlah orang yang mengenakan pakaian Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan keterangan “Pembicara adalah Kabid Pembinaan SD Dinas Diknas Kab Rejang Lebong Deri Efendi,S.Pd.MM” dengan menyantumkan nomor induk pegawai (NIP).

Rekaman audio berbentuk video MP4 tersebut berisi tentang pengambilan sumpah untuk mendukung dan memenangkan salah satu Paslon di Rejang Lebong.

Pengambilan sumpah diduga dipimpin oleh satu orang yang kemudian diikuti oleh sejumlah orang. Video itu diduga sengaja direkam oleh salah satu peserta yang diambil sumpah.

Bahkan dalam rekaman itu juga sang pembicara juga menyebutkan soal sumbangan serta menyebutkan nama kepala dinas, nama sekretaris daerah (Sekda) bahkan menyebut nama seseorang, diduga orang yang diambil sumpah dalam rekaman itu merupakan kalangan kepala sekolah.

Adapun sejumlah penggalan isi rekaman yang beredar tersebut sebagai berikut.

“Demi Allah saya berjanji, bahwa saya akan berusaha dengan segala daya, upaya untuk dapat memenangkan calon bupati dan wakil bupati atas nama Syamsul-Hendra pada Pilkada 9 Desember. Bahwa saya akan berjuang dengan sungguh-sungguh dengan baik dan dan TETAP MERAHASIAKAN sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kabupaten Rejang Lebong, semoga Allah memberkahi, amin. Kita tidak takut direkam, untuk divideokan karena kita satu barisan satu keluarga sehingga akan saya akan laporkan pulang ini langsung ke pak Kadis juga tim. Selanjutnya bapak dan ibu tadi pak K3S juga sudah menyampaikan kita mau hajatan 9 Desember, undangannya mungkin sudah saya sampaikan kepada kita semua tetapi undangan resminya disampaikan nanti, tanggal 9 Desember kita akan umbung pesta Pilkada, dalam hal ini namanya orang umbung pak mungkin adolah rembukan kito ado bawakan kito. Wajarlah kita punya hajat kita ada sumbangsih dari yang kito hajat, tetapi bapak dan ibuk, sebagaimana yang disampaikan dalam rapat diruang Sekda beberapa waktu yang lalu tidak terlalu memberatkan, karena kita tahu sumber keuangan sekolah itu tidak sama, maka kami sampaikan kemarin ada angka minimum, untuk masing-masing kawan-kawan karena setelah dikalkulasi Dikbud memiliki masing-masing tanggung jawab, Kecamatan Bermani Ulu, Kecamatan Bermani Ulu Raya harus menang, harus menangnya dua kecamatan itu menjadi tanggungjawab atau leadingnya Dikbud. Untuk mengantisipasi itu maka keluarga besar kita ada sumbangsihnya, ada patungannya, ada bantuannya segala macam itu melalui K3S, apapun yang dikasih pak Topo mohon didokumentasikan, karena begini, saya tidak mau ini ide saya kemaren, saya tidak mau nama perjuangan kita dari perjuangan bapak-bapak yang dapat nama baik Deri Efendi, nanti menang Pilkada ini Deri Efendi naik jadi Sekda (saut tawa peserta,red). Karena nama dio yang bagus sementara yang nyumbang itu idak dio, nah ini yang saya sampaikan kemarin ke pak Kadis.Pagi ini saya mau ketemu pak Kadis namun pak Kadis idag ado, baru ke pak Sekdis. Saya ngomong form yang saya serahkan kemarin mohon tidak diubah bagaimana strateginya itu yang dari anda tadi terdokumentasi dengan rapi pak Topo jangan terluputkan namanya sekecil apapun yang dia kasih, itu membuktikan bahwa selain komitmen pemenangan tanggal 9, sumbangannya juga terdata. Siapa yang menyerahkan, bukan Deri Efendi, bukan Khirdes bukan Redo, tapi K3S, melalui fasilitasinya Dikbud,” begitu isi sejumlah penggalan dalam video tersebut.

Sayangnya Kabid Pembinaan SD, Disdikbud Rejang Lebong Deri Efendi hingga berita ini dimuat belum dapat dikonfirmasi. [Julkifli Sembiring]