PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Betty Netri perempuan cantik asal Kabupaten Seluma tepatnya Desa Lubuk Gio Kecamatan Talo ini memiliki jiwa sosial tinggi yang mampu melakukan hal yang sekiranya dapat bermanfaat bagi orang, termasuk dengan saling menolong dalam kebaikan dan simpati terhadap sesama.

Hal itulah yang bisa menggambarkan sosok perempuan cantik asal Talo ini yang memiliki jiwa sosial semasa hidupnya. Sifat seperti itu bukan lah bawaan sejak lahir, tetapi hanya orang istimewalah yang mampu melakukan kebiasaan kemudian menjadi kebutuhan bagi penyalur hasrat sosial seperti yang dilakukannya saat ini.

Dikatakan Betty, kegiatan sosial yang ia lakukan semata-mata hanya ingin membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu ditengah pandemi COVID-19, terutama saat ini wabah Covid-19 tidak hanya merugikan sisi kesehatan, bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia khususnya Bengkulu.

“Kegiatan bakti amal ditengah pandemi COVID-19 ini saya lakukan setiap Minggu. Setiap minggu itu satu kali berbagai amal bersama masyarakat kurang mampu,” ungkap Betty saat berbagi amal dibeberapa titik lokasi di Kota Bengkulu, Sabtu (21/11/2020).

Betty, Alumni Universitas Bengkulu (UNIB) Fakultas Hukum ini, berbagai amal dilakukan dibeberapa titik yang ada di Kota Bengkulu, titik pertama di Tanah Patah, kedua Kampung Melayu, ketiga Perumdam, dan yang terakhir di Kampung Bali.

“Bakti amal ini kita membagikan setiap paket sembako cukup untuk memenuhi kebutuhan satu kelurga dalam seminggu diantaranya satu karpet telur, satu karung beras, minyak sayur, sabun mandi, sabun cuci, mie, dan gula,” jelas Betty.

Diumur yang masih muda, Betty yang juga pengusaha dan Pengecara ini menyebutkan, bakti amal yang dilakukan InsyaAllah secara rutin, setiap minggunya pasti membagikan satu paket komplit sembako.

“Insya Allah setiap satu kali dalam seminggu kita rutin membagikan satu paket sembako, bagi masyarakat yang kurang mampu, dan do’akan saja bakti amal ini terus kita lakukan setiap minggunya,” do’a Betty. [Soprian]