PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Ir. Rusman Efendi, MM bersama Inspektur Utama (Irtama) BKKBN Ari Dwikora Tono, AK., M.EcDev, Inspektur Wilayah II BKKBN dan sejumlah pejabat Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu meninjau pelaksanaan metode kontrasepsi medis operatif wanita (MOW) atau tubektomi di RS Gading Medika, Jum’at (27/11).

Ari Dwikora Tono usai melakukan peninjauan, kepada wartawan mengungkapkan bahwa program KB telah berhasil menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Terlihat, dimasa pandemi covid-19 masih terdapat pelayanan pemasangan kontrasepsi.

“Saat ini masyarakat telah menempatkan program tersebut telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Dirinya menilai, keberhasilan BKKBN Provinsi Bengkulu dalam mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat khususnya pasangan usia subur untuk menjadi peserta KB yang berkesinambungan patut diapresiasi termasuk kepada RS Gading Medika yang menjadi satu-satunya RS swasta di Kota Bengkulu yang memberikan layanan MOW.

“Tadi telah kita serahkan piagam penghargaan kepada managemen Rumah Sakit Gading Medika. Piagam tersebut diberikan karena instansi ini telah membantu  BKKBN dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas program KB di Bengkulu,” ujar Irtama BKKBN sembari mengakhiri keterangannya.

Disaat bersamaan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pihak RS Gading Medika atas dukungannya dalam memfasilitasi pelayanan MOW.

“Kami sangat berterima kasih pada RS Gading Medika yang telah membantu BKKBN khususnya BKKBN Provinsi Bengkulu dalam memfasilitasi pelayanan MOW,” ucap Rusman.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa KB steril wanita saat ini kian diminati. Tercatat, hingga Agustus 2020 peserta KB baru MOW sebanyak 238 akseptor.

“Sementara, kesertaan KB (CPR) 65,87 persen, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) 25,21 persen, unmet need 5,99 persen dan tingkat putus pakai kontrasepsi sebesar 24,6 persen,” jelasnya.

Sebagai reffrensi, MOW atau tubektomi berdasarkan ilmu kesehatan ialah tindakan yang dilakukan pada kedua tuba falloppi wanita yang mengakibatkan seseorang tidak dapat hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi. Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan).

Tubektomi, sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan, dan bahkan juga masih terdapat beberapa keunggulan dari metode tersebut, seperti, tidak mempengaruhi proses menyusui(breastfeeding), dan baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi resiko kesehatan yang serius, serta tidak ada efek samping dalam jangka panjang.[Kucir.06/ADV]