Kegiatan GenRe Emak di Kampung KB Jalan Gedang Kota Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di Dunia. Berdasarkan data kependudukan semester 1 tahun 2020 lalu terdapat 268,5 juta jiwa penduduk Indonesia dan 27,6% diantaranya adalah remaja. Dengan jumlah lebih dari seperempat penduduk Indonesia, remaja memiliki pengaruh yang luar biasa bagi negara. Termasuk dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 tepat 100 Tahun Indonesia Merdeka.

Indonesia akan menyentuh umur 100 tahun pada 2045 mendatang. Tahun 2045 disebut sebagai jendela demografi (window of demography) yakni fase dimana jumlah usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun).

Pada tahun 2020-2045, diprediksi bahwa angka penduduk usia produktif dapat mencapai 70%, sedangkan 30%-nya merupakan penduduk dengan usia yang non-produktif. Ibarat dua sisi mata pisau, hal ini dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu bonus demografi atau kutukan demografi.

Oleh karena itu, generasi muda harus menaikkan nilai sumber daya manusianya sehingga dapat menghasilkan kader terbaik bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif dan innovative dalam berpikir.

“Tepat pada moment Peringatan Hari Pahlawan bulan ini, kami dari GenRe Bengkulu dan Duta Genre Provinsi Bengkulu mengadakan webinar bertemakan remaja pahlawan masa kini dan masa depan, dengan harapan menumbuhkan semangat juang remaja dalam menyongsong Indonesia emas 2045 mendatang,” ujar Kartika, Jum’at (19/11) lalu dalam acara Webinar yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta remaja dalam satu ruang zoom meeting se-provinsi Bengkulu.

Menurut Kartika, menjadi seorang pahlawan tidak semerta-merta mengangkat senjata seperti pahlawan tempo dulu, menginspirasi dan mengajak satu remaja saja lainnya kearah yang positif sudah dapat dikatakan sebagai seorang pahlawan, termasuk dalam menyuarakan program pemerintah agar ingat pesan Ibu “Gerakan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak” juga sudah dapat dikatakan sebagai seorang Pahlawan.

Selaku Duta GenRe Provinsi Bengkulu tahun 2020, Kartika Widya Sari juga turut aktif mengajak remaja agar terhindar dari Triad KRR (Nikah Dini, Seks Pra Nikah dan Penyalahgunaan NAPZA) melalui Program Innovatifnya “Rumpi Genre”.

“Rumpi GenRe atau “rumah Pintar Generasi Berencana” merupakan media penyampaian materi berbentuk Rumah. Materi yang disampaikan berfokus pada Triad KRR. Rumpi GenRe terbagi atas 3 kegiatan, yaitu ular tangga genre, ngerumpi ala genre dan genrequizz,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan bahwa, Program Innovatif Rumpi Genre memadukan permainan tradisonal ular tangga sebagai pretest awal pemahaman dilanjutkan dengan ‘ngerumpi asyik’ ala generasi berencana baru diakhiri dengan GenReQuizz yang memanfaatkan flatform Quizizz diharapkan dapat menekan kasus pernikahan dini, seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA.

“Semoga program ini dapat turut serta membantu pemerintah dalam menekan angka permasalahan remaja khususnya di Provinsi Bnegkulu,” harap Kartika. [Kucir.06]