Buah elderberyy (Foto: http://pinterest.com)

Sebuah penelitian dari Universitas Sidney, Australia menemukan bahwa buah elderberry mengandung senyawa yang terbukti ampuh secara ilmiah untuk menghambat virus influenza masuk ke tubuh, dan mereplikasi dalam sel manusia serta dapat membantu memperkuat respon kekebalan tubuh seseorang terhadap virus.

Buah elderberry adalah buah yang dikenal banyak tersebar di Amerika Serikat, Eropa, Afrika dan sebagian Asia. Di Indonesia, buah ini banyak ditemukan di daerah pegunungan, memiliki ciri berwarna hijau gelap, merah dan kemudian menjadi hitam ketika sudah matang dengan rasa asam segar, seperti ada rasa mint.

Meskipun kemampuan buah ini telah lama diamati dan dikenal sebagai obat tradisional untuk flu, tapi penelitian kali ini adalah bukti ilmiah dan studi komprehensip terhadap kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalamnya dan bagaimana mekanismenya mempengaruhi tubuh orang yang terinfeksi influenza.

Virus influenza adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, mempengaruhi hampir 10 persen populasi dunia dan berkontribusi terhadap satu juta kematian setiap tahun.

Para peneliti menggunakan elderberry yang dibudidayakan secara komersial yang diubah menjadi serum jus dan diaplikasikan pada sel sebelum, selama dan setelah mereka terinfeksi virus influenza.

Phytochemical dari jus elderberry terbukti efektif menghentikan virus yang menginfeksi sel, namun mengejutkan para peneliti mereka bahkan lebih efektif dalam menghambat penyebaran virus pada tahap selanjutnya dari siklus influenza ketika sel sudah terinfeksi oleh virus.

Dr. Peter Valtchev dari Pusat Pelatihan ARC untuk Industri Pengolahan Makanan Australia yang terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan, hasil pengujian tersebut mengejutkan, karena senyawa dalam buah tersebut signifikan memblokir siklus virus di tubuh manusia.

Selain itu, mereka mengidentifikasi bahwa larutan elderberry juga merangsang sel untuk melepaskan senyawa tertentu, yang merupakan pembawa pesan kimia yang digunakan sistem kekebalan tubuh yang dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat menahan infeksi virus.

Tim juga menemukan bahwa aktivitas antivirus elderberry dapat dikaitkan dengan senyawa antosianidin – fitonutrien yang diketahui membuat buah tersebut menjadi berwarna ungu gelap.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Functional Foods pada volume 54 dengan judul “Anti-influenza activity of elderberry (Sambucus nigra)”. [Ricky]