PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Bertempat di Mapolres kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Selasa (1/12/2020) pagi mengadakan Press Rilis pengungkapan kasus dugaan korupsi dana desa (DD) tahun 2019 di Desa Keroya Kecamatan Pagar Jati dipimpin langsung Kapolsek AKBP Ary Baroto bersama Satreskrim Polres Benteng.

Terkait laporan dugaan korupsi penggelapan anggaran DD di desa Keroya sejak tanggal 3 September 2020 lalu ke Mapolres Benteng, Satreskrim Polres Benteng langsung melakukan pendalaman l, penyelidikan serta memeriksa 9 saksi dan mengumpulkan barang bukti (BB), Polres Benteng menetapkan seorang PJS Kades yang sebelumnya bertugas di kantor camat Pagar Jati berinisial PR sebagai tersangka yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp285 juta lebih dari anggaran Rp1,107 miliar yang tidak digunakan sesuai RAB-Nya.

“Bekerjasama dengan Inspektorat, dari anggaran Rp1,107 miliar sebanyak Rp285 juta lebih tidak disalurkan.” jelas Kapolres Ary Baroto.

Sementara itu tersangka PR saat ini sudah dilakukan penahanan beserta barang bukti yang didapatkan dari hasil penyelidikan dan akan terus melakukan penyelidikan terkait oknum-oknum yang terlibat di kasus korupsi atau penyelewengan DD di desa Keroya tersebut.

Sementara tersangka PR, terkait pengelapan DD dikenakan pasal II ayat 1, subsider pasal III undang-undang RI nomor 31 tentang pemberantasan tindakan koreksi.

“Hasil dari penyelidikan, penyelewengan dana DD tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.” pungkasnya. [Hendri Suwi]