IST/Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Akhirnya, dipenghujung tahun 2020 Partai Golkar merampungkan tiga nama sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Imron Rosyadi yang mengundurkan diri, sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Bengkulu. Tiga nama yang diusulkan sebagai pelaksana tugas (Plt) BK itu, nantinya akan dikerucutkan menjadi satu nama oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu, Sumardi mengatakan dalam pengusulan nama PAW itu, partai telah melakukan pertimbangan dan penilaian dari berbagai unsur. Seperti unsur kesetian, loyalitas dan keaktifan di dalam tubuh partai.

“Itu dinilai semua, nanti ketika ada yang terlewatkan tidak terlalu aktif akan disampaikan ke Mahkamah Partai,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu, pada Kamis (31/12/2020).

Ia melanjutkan, bukan berarti peraih suara terbanyak setelah Imron Rosyadi dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, dipastikan akan duduk sebagai Plt BK DPRD Bengkulu. Sebab, semua hal mengenai itu akan dilihat dari perkembangan rapat pleno.

“Bisa saja melompat ke nomo tiga, artinya nomor satu dan dua dicabut kartunya,” ungkap Sumardi.

Sekedar mengingatkan, pada Pileg tahun 2019 lalu Partai Golkar diketahui meraih 4.771 suara. Kemudian, Caleg yang terbanyak mengantongi perolehan suara ialah Imron Rosyadi, dengan 14.725 suara.

Sementara, tiga nama yang diusulkan sebagai PAW BK DPRD Provinsi Bengkulu, Raharjo Sudiro meraih 4.083 suara. Sementara, Sunandar memperoleh 2.541 suara dan Malniarti 2.189 suara.

Selanjutnya, Eka Septo mengantongi 1.433 suara, Eva Eliyani 910 suara dan Juwita 415 suara. Terakhir, Suliyanto 264 suara. [Alfi]