Oleh : IWAN HENDRAWAN,S.I.P.,M.A.P

“Rakyat ingin sejahtera, ingin melihat pemimpin yang dipilihnya peduli dan bersimpati kepadanya dikala suka maupun duka”

Pilkada 2020 tinggal dalam hitungan hari saja tepatnya hari Rabu tanggal 09 Desember 2020 akan digelar serentak di 270 daerah yang menjadi titik penyelenggaraan dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di tanah air, termasuk diantaranya akan diselenggarakan di provinsi Bengkulu 1 untuk pilkada Gubernur dan 7 pilkada Bupati yaitu pilkada kabupaten Muko – Muko, kabupaten Bengkulu Utara, kabupaten Lebong, kabupaten Rejang Lebong, kabupaten Seluma, kabupaten Bengkulu Selatan, kabupaten Kaur.

Berbeda dengan pilkada yang pernah dilakukan sebelumnya pilkada serentak tahun 2020 ini dibarengi dengan kejadian luar biasa berupa merebaknya pandemi covid 19 yang hingga saat ini justru semakin menunjukkan trend peningkatan jumlah kasus yang terpapar.

Di kutip dari situs Kemenkes.go.id jumlah kasus per Minggu 6 Desember 2020 mencapai 575.796 orang yang divonis positif Covid-19 dengan angka pasien yang sembuh kemarin menembus 470.449 orang dan 17.589 orang yang meninggal dunia. Sementara di provinsi Bengkulu per Minggu 6 Desember 2020 seperti di kutip dari bengkuluprov.go.id diperoleh data yang terkonfirmasi positif covid 19 mencapai 2.098 dengan jumlah pasien sembuh 1.476 orang dan 84 orang kasus meninggal dunia.

Menjelang perhelatan pesta demokrasi di Indonesia berupa penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020 yang dibayang-bayangi trend peningkatan jumlah kasus covid-19 sangat masif, menimbulkan kekuatiran tidak saja bagi pemerintah, penyelenggara pemilu (KPU), peserta pemilu namun juga sangat menguatirkan bagi pemilih (rakyat) yang akan memberikan hak suaranya untuk hadir dan mencoblos pada hari rabu tanggal 9 desember 2020 nanti.

Pandemi covid 19 menjadi ujian terberat bagi demokrasi di Indonesia dimana ukuran keberhasilan pilkada serentak 2020 dilihat dari tingkat partisipasi politik rakyat dalam memilih yang ditargetkan KPU sebesar 77,5%, belum lagi ancaman kesehatan masyarakat, kenyamanan para penyelenggara pemilu dan pemilih selama dan pasca pencoblosan nanti, belum lagi faktor bencana (force majeur) seperti Banjir, tanah longsor mengingat pilkada 2020 ini dilaksanakan di bulan Desember.

Keberhasilan Pilkada serentak menurut Lawrane M. Friedman, ada 3 komponen dalam sistem hukum yakni subtance, structure and culture. Dimana aturan-aturan pelaksanaan pilkada serentak mengikat bagi semua pihak, perangkat – perangkat yang terlibat dalam pilkada memahami regulasi agar pilkada dapat berjalan sesuai aturan dan yang tak kalah penting adalah masyarakat yang akan memilih sebagai unsur terpenting dalam pilkada untuk ikut serta berpartisipasi baik dalam memilih, mengawasi dan membantu pemerintah mensukseskan pilkada.

Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Saat Pilkada

Meksipun saat ini masih dalam situasi pandemi, perhatian bangsa kita tidak saja tertuju pada bagaimana melakukan pemulihan ekonomi, menjaga kesehatan masyarakat, pemberantasan korupsi, ancaman radikalisme dan integrasi bangsa, namun juga tertuju pada pelaksanaan proses demokrasi dan pendidikan politik rakyat berupa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Pilkada serentak 2020 yang sangat berpotensi menimbulkan kerumunan, sebelumnya telah di tunda selama tiga bulan yang semula dijadwalkan pada bulan september berdasarkan Perppu No 2 Tahun 2020 digeser pelaksanaannya pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 ini.

Untuk mengantisipasi kerawanan penyebaran covid 19 pada saat pilkada nanti pemerintah bersama KPU selaku penyelenggara Pemilu telah menyiapkan sejumlah aturan agar pilkada serentak 2020 ini tetap berjalan dengan Aman, Nyaman dan Sehat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Adapun penerapan protokol kesehatan tersebut telah dimulai dari penyelenggara pemilu sendiri dengan melakukan rapid test , uji Swab dan penyediaan kelengkapan APD (Alat Pelindung Diri) bagi petugas di setiap TPS.

Belajar dari pelaksanaan pemilu yang sukses dilaksanakan di beberapa negara seperti Singapura, Korea Selatan dan terakhir pemilihan presiden di USA.

Maka pilkada serentak 2020 ini haruslah melakukan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan.

Oleh karenanya setiap penyelenggara pemilu di TPS, kemudian pemilih yang datang ke TPS nanti telah (harus) disiapkan, disediakan fasilitas pendukung dalam penerapan protokol kesehatan seperti tersedianya alat pengukur suhu tubuh, handsaniteser, sabun cuci tangan,sarung tangan, jaga jarak (tidak berkerumun) dan memakai masker.

Kita semua berharap agar pilkada serentak ini dapat berjalan sukses dan mampu melewati ujian dengan tiga sukses pertama sukses penyelenggaraan yang berjalan aman, sehat, lancar, jujur, adil, kedua sukses tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, ketiga sukses sesuai adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pilkada 2020 Sarana Menuju Perubahan Provinsi Bengkulu Yang Lebih Baik

Pilkada serentak 2020 merupakan proses demokrasi untuk memilih dan memperoleh pemerintahan baru, kebijakan baru dan kepemimpinan baru yang secara langsung diputuskan oleh rakyat.

Dalam sebuah negara demokrasi, setiap warga negara diperbolehkan dan diberikan akses untuk berpartisipasi secara aktif baik secara langsung maupun perwakilan untuk menentukan arah baru dalam mencapai perbaikan yang lebih baik lagi dengan memilih pemimpin yang dipercaya mampu membawa perubahan sebagaimana yang dikatakan oleh Abraham Lincoln “Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people,by the people, and for the people)”.

Provinsi bengkulu yang sama-sama kita cintai, dalam pesta demokrasi kali ini juga tidak ketinggalan ikut menyelenggarakan pesta demokrasi pilkada serentak 2020 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati di 7 (tujuh) kabupaten, yang bertujuan untuk menyeleksi para pemimpin daerah, sarana menuju perubahan yang lebih baik, sarana menggalang dukungan rakyat untuk memperoleh legitimasi pemerintahan daerah. Pilkada serentak merupakan pintu masuk bagi pemenuhan bagi hak-hak rakyat dalam menentukan nasibnya sendiri untuk memperoleh kesejahteraan, kemakmuran, kepedulian dan perhatian dari pemimpin yang terpilih dalam menentukan arah dan kebijakan pelayanan dan pembangunan yang hadir dan dirasakan oleh masyarakat lewat visi misi yang ditawarkan oleh para calon kepala daerah.

Oleh karena itu sangatlah penting bagi masyarakat menjadi pemilih yang cerdas tidak terpukau pada iming –iming sesaat (money politik), namun juga dapat mempelajari, memahami dan menganalisa para calon kepala daerah yang akan dipilih pada tanggal 9 desember 2020 nanti dengan melihat track record, sepak terjang, pengalaman dalam memimpin daerah.

Terutama komitmen untuk memberantas korupsi, hadir melayani dan membangun daerah yang dirasakan hasil kerja nyatanya. Lewat kebijakan yang ditelorkan selama ini, masyarakat merasakan benar – benar memiliki asas manfaat, berkelanjutan dan terbukti ada untuk rakyat disaat suka maupun duka.

Pilkada 2020 bukan hanya sekedar perang retorika ataupun visi misi yang di tawarkan akan tetapi juga bagaimana merebut simpati dan kepercayaan masyarakat lewat kerja nyata selama ini, dirasakan konkrit bentuknya dalam mensejahterakan dan memakmurkan rakyat dengan tidak mengkhiati kepercayaan para pemilih.

Ayo kita memilih, berperan aktif dalam pemilihan untuk menentukan masa depan provinsi yang kita cintai ini agar dapat duduk sejajar dengan provinsi lainnya untuk mengejar ketertinggalan, tidak miskin lagi dan menjadi provinsi yang maju,hebat, sejahtera dimana kita semua bisa tersenyum optimis dan Bahagia.

Penulis Adalah Warga Kota Bengkulu