Tampak pelaksanaan Rapid Test di RSUD Lebong

PedomanBengkulu.com, Lebong – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebong bersama seluruh penyelenggara Pilkada Lebong, mengikuti Rapid Test massal.
Meliputi jajaran KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas keamanan tempat pemungutan suara (TPS). Termasuk juga petugas sekretariat semua tingkatan, dengan jumlah total sebanyak 2.755 orang se-Kabupaten Lebong.

Pelaksanaan Rapid Test itu sendiri dilaksanakan selama dua hari, sejak Selasa (1/12/2020) dan Rabu (2/12/2020). Yang dipusatkan di RSUD Lebong dan beberapa Puskesmas untuk mengakomodir petugas penyelenggara yang berasal dari kecamatan terjauh dari RSUD Lebong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun PedomanBengkulu.com, untuk hasil Rapid Test pada hari pertama saja, sudah ada sekitar 60 orang lebih dengan hasil Reaktif. Jumlah yang Reaktif ini belum secara akumulatif dari total petugas penyelenggara sudah di Rapid Test.

Hal tersebut dibenarkan Dirut RSUD Lebong, dr Ari Afriawan terkait hasil Rapid Test yang dilaksanakan oleh jajarannya di RSUD Lebong.

“Memang banyak yang (Ikut Rapid Test,red) hasilnya Reaktif. Untuk data lengkap berapa orang yang Reaktif, itu KPU Lebong yang berhak menyampaikannya. Silakan koordinasi dengan KPU Lebong,” ungkap dr.Ari yang ditemui PedomanBengkulu.com, disela monitoring pelaksanaan Rapid Test di RSUD Lebong, Rabu (2/12/2020) siang.

Sementara itu, Komisioner Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Lebong, Effan Lavendes saat dikonfirmasi langsung PedomanBengkulu.com Rabu (2/12/2020) sore. Dirinya belum bisa berkomentar banyak, terkait adanya petugas PPS dan KPPS yang ikut Rapid Test dengan hasil Reaktif. Apalagi katanya, KPU Lebong belum mendapatkan data lengkap dari seluruh hasil Rapid Test.

“Kita belum dapat informasi itu (Hasil Rapid Test,red), kalaupun ada yang Reaktif nanti akan diminta isolasi mandiri selama 5 hari dirumah. Setelah 5 hari akan di Rapid Test ulang dan kalau pun masih ada yang Reaktif, maka akan dilakukan SWAB,” singkatnya.[Supriyadi]