Petugas DVI Mabes Polri memeriksa temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta – Pontianak di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). SP/Joanito De Saojoao.

PedomanBengkulu.com, Jakarta – 59 jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Selasa (12/1/2021) berhasil diidentifikasi. Hal tersebut diungkap Menteri Perhubung Budi Karya Sumardi.

Ia menyebut, RS Polri telah menerima 59 sampel DNA dan menyisakan tiga sampel DNA lagi untuk melengkapi jumlah total 62 orang yang ada di dalam pesawat Sriwijaya SJ 182. Selain itu, lanjutnya, ada tiga sisa sampel yang akan diserahkan oleh pihak keluarga korban pada hari ini (12/1/2021).

“Saat ini juga telah diterima sekitar 60 kantong jenazah yang berisi bagian dari tubuh korban,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (12/1/2021).

Menhub mengapresiasi para petugas di RS Polri yang bekerja dengan cepat dan profesional. Ia berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama proses identifikasi para korban dapat segera selesai.

Selanjutnya, ia meminta kepada Sriwijaya Air untuk terus mendukung sepenuhnya proses lanjut yang dilakukan RS Polri. Kemudian, Menhub juga meminta Jasa Raharja agar mempercepat pemenuhan hak keluarga korban.

“Menurut catatan, hari ini akan ada pemberian santunan yang akan dilakukan terhadap 1 orang korban pramugara yang sudah berhasil diidentifikasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para relawan yang telah mendukung dalam proses pencarian, identifikasi maupun pendampingan psikologi terhadap para keluarga korban. Menhub menyebut ini menjadi bukti kekompakan antara pemerintah dan masyarakat dalam situasi krisis menghadapi musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Dilansir sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute Jakarta – Pontianak dikabarkan hilang. Penerbangan pesawat terakhir kali terekam di laut utara Pulau Jawa.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Jejak penerbangan pesawat Sri ini terpantau lewat situs FlightRadar24. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.36 WIB dengan membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi. Sedangkan 12 kru terdiri dari 6 kru aktif dan 6 kru ekstra.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat. Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh. Proses pencarian puing-puing dan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terus dilakukan tim gabungan di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. [Medi]