PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS yang digelar PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fadhilah bersama Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Selasa (19/01/2021) gunung memperoleh dan mengambil keputusan secara bersama-sama.

RUPS ini membahas bagaimana BPRS Fadhilah menjadi lebih baik, dimana pemegang saham (Pemkot Bengkulu) memiliki kewenangan ekslusif untuk memperoleh keterangan mengenai perusahaan dari Direksi/Komisaris dan juga mengambil keputusan untuk perusahaan.

Helmi Hasan juga didampingi Wakilnya Dedy Wahyudi dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Arif Gunadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riduan serta Kepala Bagian Ekonomi Dadi Hartono, mengatakan sangat optimis bahwa PT BPRS Fadhilah akan terus berkembang dan maju.

“Ya, harapan dan keinginan kita ke depannya, hadirnya BPRS Fadhilah menjadikan ekonomi semakin bagus, masyarakat semakin sejahtera dan bahagia dengan merasakan manfaat yang tertuang dalam BPRS Fadhilah. Selain itu, kita ingin BPRS Fadhilah terus berkembang dan maju serta menjadi bank terbaik di Indonesia maupun dunia,” ujar Helmi.

Sesuai dengan namanya yakni Fadhilah yang artinya kemanfaatan. Helmi meminta Fadhilah terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bengkulu dengan demikian nantinya benar-benar dapat menghadirkan kebahagiaan di tengah-tengah masyarakat.

“Tentunya bank ini akan memberikan kemudahan dalam pinjaman modal usaha untuk semua kalangan. Jadi kita ingin program-programnya harus lebih membahagiakan nasabahnya, merasakan kemanfaatan saat berurusan di BPRS Fadhilah, dan jangan sampai malah ada masalah nantinya yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, semua tekad dan komitmen ini betul dijalankan dengan baik,” tambahnya.

Jadi, Helmi meminta jajaran PT BPRS Fadhilah untuk terus menggaungkan keberadaannya dengan memberikan manfaat yang luar biasa dan harus lebih bersaing ke depannya.

“PT BPRS Fadhilah harus bersaing di dalam meraih pangsa pasar layanan jasa keuangan yang diberikan. Oleh karena itu, BPRS harus inovatif dan kreatif di dalam memanajemen produk-produk dan layanan jasa keuangan syariahnya ke para nasabah, sehingga eksistensi BPRS menjadi penting dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat disekitarnya,” tutur Helmi.

Saat memaparkan rencana bisnis bank (RBB) tahun 2021, Direktur Utama PT BPRS Fadhilah Dendy Prasetya optimis bahwa jajarannya dapat meningkatkan eksistensi BPRS Fadhilah sesuai target Walikota dan Wakil Walikota.

“Di tahun 2021 ini kita terus optimis mengembangkan BPRS Fadhilah. Salah satunya dengan cara penghimpunan dana pihak ketiga melalui tabungan dan deposito serta penyaluran pembiayaan. Hal ini dilakukan untuk menambah pendapatan BPRS Fadhilah,” ujar Dendy.

Ia juga memaparkan di tahun 2020 Januari hingga posisi per 23 Desember, aset BPRS senilai Rp 11,4 miliyar lebih. Dengan rincian tabungan Rp 3,9 miliyar, deposito Rp 1,5 juta, pembiayaan Rp 320 juta (nominal) dan Rp 405 juta (laba). “Target kita hingga tahun 2023 yakni aset Rp 69 miliar, tabungan Rp 14 miliar, laba Rp 84 juta,” jelasnya. [Soprian Ardianto]