PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu kembali melakukan rekruitmen agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) guna memperluas dan mengelola cakupan kepesertaan Jaminan Sosialnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu, M. Imam Saputra mengatakan, program ini bertujuan sekaligus untuk menjaga kesinambungan iuran dari pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami terbuka kepada masyarakat yang ingin bergabung menjadi bagian dari Perisai. Cukup mendaftarkan diri melalui kantor cabang kami,” terang Imam, Rabu (27/1).

Ia menuturkan ada kriteria yang dicari BPJS Ketenagakerjaan untuk menjadi agen-agen perisai. Namun, kriterianya tidak terlampau sulit di antaranya bisa baca tulis, minimal lulusan SMA dan memiliki keahlian dalam bidang sales service, selain itu memiliki komunitas lebih di utamakan.

“Yang penting bisa baca tulis, paham android dan punya komunitas. Lulusan SMA atau profesi apa saja boleh. Nanti kita beri pendidikannya, trainingnya dan ada ujiannya. Begitu lulus baru boleh jalan,” tuturnya.

Ia menambahkan para agen akan mendapat insentif dari akumulasi kepesertaan yang berhasil di kumpulkan.

Selain diberikan Fee bulanan, kata dia, para agen-agen perisai tersebut juga nantinya akan dibekali dengan ansuransi BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu agen-agen perisai juga akan dilengkapi keterampilan menguasai aplikasi-aplikasi demi memudahkan sosialisasi.

“Tugas Perisai diantaranya melakukan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, melaksanakan kegiatan akuisisi peserta, melakukan kegiatan pengelolaan data kepesertaan, menyerahkan tanda bukti pembayaran iuran kepada Peserta binaannya, menginformasikan tanda bukti kepesertaan kepada peserta,” ujarnya.

Sebagai informasi, sistem keagenan dalam BPJS Ketenagakerjaan mengadopsi konsep Sharoushi dan Jimmikumiai dari Jepang. Kemudian, konsep ini disempurnakan dengan pemanfaatan teknologi informasi berbasis digital demi kemudahan operasional, serta meminimalisir risiko terjadinya penyelewengan (fraud).

Implementasi Perisai didukung oleh Bank CIMB Niaga dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk memastikan transaksi keuangan. Para agen Perisai bekerja lewat telepon seluler mereka dalam mengakuisisi peserta dan kinerjanya terpantau real time oleh BPJS Ketenagakerjaan. [Kucir.06]