Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dalam melaksanakan penyuntikan vaksin sinovac, tentu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu wajib menerima petunjuk tekhnis (juknis) terlebih dahulu dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan RI. Guna menanggulangi pandemi covid-19 yang masih menjadi permasalahan pelik, bagi seluruh elemen kehidupan di Bumi Rafflesia.

Lantaran mempertimbangkan ketersediaan waktu kedatangan dan profil keamanan, vaksinasi akan berjalan dengan empat tahapan. Kelompok prioritas penerima imunisasi vaksin, adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia 18 tahun lebih.

“Sedangkan untuk yang berusia di bawah 18 tahun, diberikan vaksin apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni pada Jumat (8/1/2021).

Menurut juknis, tahap pertama vaksinasi berlangsung mulai awal Januari hingga April 2021 mendatang. Seperti diketahui, sasaran utama tahap ini ialah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas pelayanan kesehatan.

Sedangkan tahap kedua, untuk waktu pelaksanaan diperkirakan berjarak beberapa bulan dari pendistribusian pertama. Lantaran, rentan waktu yang tersedia sama seperti tahap pertama namun sasaran vaksinasi second stage, dibagi menjadi dua kelompok.

“Yaitu kelompok usia 60 tahun ke atas dan pelayanan publik seperti TNI, Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik lainnya,” ujar Herwan.

Lebih spesifik, maksud dari petugas pelayanan publik lainnya meliputi petugas yang ada di bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal. Serta, petugas di perbankan, perusahaan listrik negara, perusahaan daerah air minum dan petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, tahap ketiga dengan waktu pelaksanaan mulai April 2021 hingga Maret 2022. Dengan sasaran masyarakat yang rentan terserang virus, baik dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Untuk tahap keempat yang diperkirakan menjadi tahap penutup vaksinasi, akan bergulir dalam rentan waktu yang tak jauh berbeda dari tahap ke-tiga. Yaitu, dengan waktu pelaksanaan mulai April 2021 sampai Maret 2022.

Sedangkan sasaran tahap akhir ini, pemerintah mengeker elemen masyarakat dan pelaku perekonomian lain. Dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. (Alfi)