Ilustrasi

Setiap pasangan suami istri pasti ingin masuk surga yang kekal dan abadi bersama-sama dengan ahli keluarganya.

Seorang ulama yang tulus, Maulana Ilyas, semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya, merumuskan sebuah kerja dakwah yang disebut Masturoh atau cara dakwah istri mendukung suami keluar di jalan Allah untuk menyebarkan agama.

Dalam kerja masturoh tersebut, ulama yang dibesarkan dalam kerja dakwah merumuskan delapan pesan penting terhadap para istri agar dapat menjadi ratu bidadari surga yang akan menyambut suaminya di surga.

Pertama, salat di awal waktu.
Caranya:
a. Berwudu sebelum azan.
b. Mendorong suami, saudara laki-laki, anak laki-laki, bapak untuk salat berjamaah di masjid.
c. Meninggalkan semua kegiatan waktu azan dikumandangkan.
d. Memperbanyak salat-salat sunnah seperti rawatib, isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir.

Kedua, membaca Al-Quran dan zikir pagi petang secara istikamah.
Caranya:
a. Mengusahakan membaca 1 juz setiap hari bagi yang sudah lancar membaca dan 3 juz per hari bagi yang hafidzah.
b. Membaca surat As Sajadah dan Al Mulk di antara maghrib dan Isya.
c. Membaca surat Yasin pagi dan petang.
d. Membaca Al Waqiah sebelum tidur.
e. Membaca surat Ad Dukhan setiap hari.
f. Membaca tasbihat, shalawat, dan istighfar masing-masing 100 kali di waktu setelah salat subuh dan setelah sholat ashar.

Ketiga, menghidupkan ta’lim (belajar agama) dan ta’allum (mengajarkan agama)
Caranya:
a. Menghidupkan ta’lim secara istikamah setiap hari di rumah.
b. Menceritakan kisah para Nabi dan para shahabat dengan cara yang mudah difahami oleh anak.
c. Mengajarkan cara salat, cara berpakaian secara sunah, dan sunah-sunah Nabi dalam keseharian seperti makan, tidur, perjalanan, bersuci, dan lain-lain.

Keempat, mendidik anak secara sunah.
Caranya:
a. Memperkenalkan sunah kepada anak sejak sedini mungkin.
b. Mendidik mereka adab-adab, doa-doa nabi, cara bergaul.
c. Beri contoh dengan contoh yang baik.
d. Mendidik salat ketika usia 7 tahun dan membiasakannya untuk salat 5 waktu dan salat-salat sunah.

Kelima, hidup sederhana.
Caranya:
a. Mencontoh kehidupan Rasulullah yang sederhana.
b. Tidak sembarangan membelanjakan harta suami secara berlebih-lebihan dan tidak tepat, serta bermusyawarah untuk setiap pengeluaran.
c. Belanja menurut kebutuhan bukan memenuhi keinginan nafsu.
d. Mengatur keuangan keluarga.

Keenam, menutup aurat secara sempurna.
Caranya:
a. Menutup seluruh tubuh secara sempurna ketika keluar rumah.
b. Bersama mahram ketika keluar rumah.

Ketujuh, melayani suami dengan baik.
Caranya:
a. Mempersiapkan semua kebutuhan suami dan mengurus rumah dengan bersih dan rapi.
b. Mencuci baju, memasak.
c. Diam ketika suami berbicara.
d. Mengantar suami apabila mau pergi.
e. Berhias/rapi/bersih/wangi dihadapan suami.
f. Memakai wangi-wangian.
g. Memelihara bau mulut
h. Menawarkan diri ketika mau tidur

Kedelapan, mendorong suami dan muhrim untuk keluar di jalan Allah.
Caranya:
a. Mengingatkan dan menyiapkan keperluan mereka.
b. Mengorbankan segala yang ada untuk memperjuangkan agama Allah.

Allah lebih tahu yang benar. [**]