PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Penghasilan Tetap (Siltap) dan BPJS Kesehatan perangkat desa Taba Jambu Kecamatan Pondok Kubang hingga bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) untuk masyarakat diduga digelapkan oleh bendahara desa mencapai 195 juta yang saat ini sulit untuk ditemui.

Informasi yang didapatkan PedomanBengkulu.com bersama salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya, dari tiga item anggaran yang digelapkan. Yakni siltap perangkat desa, BPJS kesehatan dan BLT-DD hingga mencapai Rp195 juta kerugian negara yang dilakukan oleh bendahara desa. Dimana pencairan dana atau uang yang digelapakan dengan memberikan data diri perankat kepada dinas terkait dan diduga setelah pencairan langsung di transfer ke rekening pribadi.

“Seharusnyapencairan dilakukan bendahara desa dengan kepala desa (Kades), namun kepada bendahara kabarnya pencairan dengan mengunakan data diri perangkat desa,” jelas salah satu perangkat desa (15/01/2021).

Hingga akhir tahun 2020 dalam posisi tutup buku tahunan, perangkat desa Taba Jambu tidak menerima Siltap dan BPJS kesehatan juga mengalami penunggakan. Sementara dijelaskan perangkat desa kepada Pedomanbengkulu.com dari instansi terkait telah melakukan pencairan begitu juga dengan BLT-DD untuk bulan November dan Desember, juga telah dicairkan.

“Untuk gaji dan BPJS serta BLT-DD hingga Januari ini belum ada dilakukan penyaluran dan pencairan kepada kami,” ungkapnya.

Namun perangkat desa ini juga menjelaskan, sampai saat ini bendahara desa tidak diketahui keberadaannya. [Hendri Suwi]