PedomanBengkulu.com, Lebong – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait Tuntutan Ganti Rugi (TGR) pada Sekretariat DPRD Lebong kini masuk babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong sudah menaikkan status perkara tersebut, menjadi Penyelidikan Pidana Khusus (Lid Pidsus) dengan terbitnya surat perintah Kajari Lebong nomor Print-01/L.7.17/Fs.1/01/2021 tertanggal 13 Januari 2021.

Kajari Lebong Fadil Regan melalui Kasi Intel Kejari Lebong Imam Hidayat menyebutkan, dugaan Tipikor TGR Sekwan DPRD Lebong sudah selesai diproses di bagian Intelejen. Sesuai arahan pimpinan, perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Pidsus Kejari Lebong. Kemudian pihaknya meluruskan informasi sebelumnya, bahwa perkara TGR Sekwan DPRD Lebong tersebut adalah pada tahun anggaran 2016 dan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI tahun 2017.

“Bukan (TA) 2018, tapi tahun anggaran 2016 dan LHP tahun 2017. Total TGR Sekwan DPRD Lebong awalnya sebesar Rp.1,4 Milyar, dan sudah dibayar Rp 100 juta. Jadi sisanya sebesar Rp.1,3 Milyar belum diselesaikan,” ungkap Imam Rabu (14/01/2021) siang.

Dikatakan Imam, dikarenakan memang tidak ada etikad baik dari pihak Sekwan DPRD Lebong untuk menyelesaikan TGR tersebut, setelah diproses di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dan Intel Kejari. Sekarang perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Lid Pidsus Kejari Lebong. Dalam waktu dekat, Kejari Lebong akan kembali memanggil mantan Sekretaris DPRD Lebong saat itu, untuk pendalaman penyelidikan di Pidsus.

“Selain Su dan sejumlah pejabat terkait, tidak menutup kemungkinan juga akan memanggil unsur Pimpinan DPRD pada periode tersebut,” beber Imam. [Supriyadi]