Banyak penduduk di Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) khususnya masyarakat Bumi Rafflesia mengetahui, bahwa tanah Papua memiliki kekayaan yang melimpah. Mulai dari hasil tambang, laut dan keindahan panorama yang terhampar luas.

Namun, apakah kaum milenial juga mengetahui. Bahwa tanah Papua memiliki kekayaan lain yang saat ini, tengah menjadi tren dikalangan pecinta kopi hitam arabica (arabica coffe).

Melalui liputan khusus masa libur tahun baru 2021 ini, pedomanbengkulu.com mengajak kawanmuda menikmati salah satu kopi hitam arabika yang berasal dari Pulau Papua. Yaitu, Wamena arabica coffe.

Biji kopi Wamena, berasal dari perkebunan yang tumbuh di Lembah Baliem. Jadi ingat lagu ‘Slank’, deh. Lembah yang terletak di sisi timur Gunung Jayawijaya dengan panjang kurang lebih 80 kilometer.

Tanaman kopi di Lembah Baliem berada pada ketinggian 1.200 hingga 1.600 mdpl. Tanah perkebunan di lembah ini, merupakan tanah vulkanik dengan suhu mencapai 15 derajat celcius pada malam hari.

Di Atrium KM Nol lantai dua Bencoolen Indah Mall (BIM) Bengkulu, biji kopi Wamena dirawat dan disimpan secara klinis. Wajar, ketika diseduh mengeluarkan aroma yang menggugah tenggorokan.

Seperti diketahui, penyajian seduhan kopi pilihan ini menggunakan alat yang sangat sterill dan terjaga kebersihannya. Oleh karena itu, saat berada dalam mulut dan melewati tenggorokan, rasa asam yang khas seolah memanjakan penikmat arabica coffe.

Bahkan, kadar asam yang muncul itu membuat penikmatnya ketagihan untuk meneguk seduhan biji kopi, setiap detiknya.

Bagi para penikmat kopi yang tergolong maniak, kopi Wamena Papua memang dikenal memiliki rasa yang seimbang dan ringan. Aromanya yang menggugah pun, bernuansa kecokletan dan wangi.

Oleh karena itu, bagi kawanmuda yang hobi nongkrong sembari menikmati kopi asli Indonesia, jangan mengaku pecinta kopi. Jika belum merasakan nikmatnya arabica coffe di KM Nol BIM Bengkulu.

Alfi Kurnia