PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Setelah Universitas Dehasen (UNIVED), Universitas Bengkulu (UNIB) dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus melakukan berkomitmen menjalin kerjasama menuntaskan permasalahan sampah.

Hal demikian yang dilakukan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat berkunjung di tiga Universitas di Kota Bengkulu, menjalin kerjasama dalam menuntaskan permasalahan lingkungan yang kian hari kian menjadi persoalan ditengah-tengah masyarakat.

Saat berkunjung, Rektor UMB Sakroni, M.Pd, mengatakan persoalan sampah memang bukan hanya urusan dan kepentingan Pemkot Bengkulu saja, namun merupakan urusan seluruh masyarakat di Kota Bengkulu. UMB sendiri siap bekerjasama dan kolaborasi.

“Mudah-mudahan ke depan kerjasama UMB dengan Pemkot Bengkulu semakin erat. Kita saling bantu. Sebelumnya kami mendapat bantuan kendaraan dari pemkot. Nah sekarang soal sampah, kita siap kerjasama karena sampah ini adalah kewajiban dan kepentingan kita bersama,” ujarnya saat rakor bersama Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi di Kampus UMB, Kamis (21/1/2021).

Dengan demikian, Dedy yang didampingi kepala Bapelitbang, Kadis Perkim dan kadis Lingkungan Hidup pada kesempatan itu mengatakan bahwa persoalan sampah harus dikampanyekan secara besar. Menurut dia semua pihak perlu ikut andil.

“Saya atas nama Pemkot Bengkulu mohon bantuan UMB bagaimana dengan pengolahan sampah di Kota Bengkulu. Karena di Kota Bengkulu ini menghasilkan 774 m3 sampah per hari. Kalau kita.tidak melakukan terobosan soal sampah, setiap tahun kami harus membeli lahan baru untuk sampah,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, dampak banjir juga dikarenakan sampah. Beberapa sampah yang banyak ditemui seperti di pintu air Tanjung Jaya, Tanjung Agung, Rawa Makmur, Pasir Putih, Taman Berkas, Pantai Zakat, Simpang Lempuing dan lainnya.

Beberapa sosusinya yang ditawarkan Pemkot Bengkulu menerapkan 3R yakni Reduce, Reuse, Recycle. Kemudian memberdayakan mahasiswa UMB yang melakukan KKN tematik dan lainnya.

Diketahui kesepakatan Pemerintah dan Universitas dengan mengangkat tema “Merdeka Belajar, Merdeka Sampah”. Kerjasama nantinya akan ditandatangani langsung oleh walikota Bengkulu. [Soprian]