Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong- Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Kamis (13/1/2021) melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dugaan Korupsi pembanguan Gedung Islamic Center IAIN Curup. Ketiga Tersangka tersebut yakni BG selaku PPTK, BH selaku kontraktor atau pemborong dan EN selaku pemodal tiba di Kejari RL sekira pukul 11.00 WIB. Lalu sekira pukul 13:30 wib usai diperiksa dan menjalani Rapid Tes, ketiganya keluar dari gedung Kejari menggunakan Rompi Orange menuju mobil tahanan untuk selanjutnya dijebloskan ke Lapas Kelas 2A Curup.

Disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Yadi Rachmat Sunaryadi, Ketiga tersangka telah dilimpahkan oleh penyidik Polda Bengkulu kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan selanjutnya ketiganya di Kirim ke Kejari Rejang Lebong untuk selanjutnya melakukan penahanan.

“Pada hari ini dilakukan pelimpahan tahap dua terhadap ketiga tersangka dan barang bukti dugaan korupsi pembangunan Gedung IAIN Curup. Hari ini kita mulai melakukan penahanan terhadap BG sebagai PPTK, Tersangka BH sebagai Direktur Cabang PT Lagoa Nusantara dan terhadap EM selaku pemodal dan pengendali kegiatan dalam pembangunan Gedung IAIN Curup ini,” kata Yadi.

Ditambahkan Yadi, ketiga tersangka ini ditahan karena diduga melakukan perbuatan merugikan keuangan negara dalam kegiatan pembanguan Gedung Islamic Center IAIN Curup tahun 2018 yang mengakibatkan kerugian negara kurang lebih Rp10,358 miliar.

“Terhadap ketiga tersangka ini kita sangkakan pasal 2 ayat 1 Junto pasal 18 ayat 1,2,3 Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Mereka ini kita tahan selama 20 hari kedepan sambil menunggu proses pelimpahan ke Pengadilan Tipikor Bengkulu.” tambahnya.

Terkait penambahan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembanguan Gedung Isalamic Center tersebut, Kajari menyampaikan akan dilihat berdasarkan fakta persidangan.

“Kita lihat nanti fakta persidangan, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru,” ungkap Kajari.

Untuk diketahui sebelumnya, dalam proyek pekerjaan pembangunan gedung Islamic Centre IAIN Curup tahun 2018 sempat bermasalah dimana pekerjaan tidak selesai meski telah dilakukan perpanjangan.

Pembangunan gedung tersebut dimulai tanggal 10 Agustus 2018 dengan pelaksanan dari PT Lagoa Nusantra dengan konsultan pengawasan PT Civarligma Engineering dan Konsultan Perencana PT Galih Karsa Utama, dengan nilai kontraknya sebesar Rp26,074 miliar dengan sumber dana dari SBSN Kemenag RI dengan waktu pengerjaan selama 144 hari kalender yaitu dari tanggal 10 Agustus 2019 hingga tanggal 31 Desember 2019.

Berdasarkan hasil penyelidikan, proses pengerjaan gedung tersebut tidak sesuai spesifikasi yang kemudian timbul kerugian negara sebesar Rp10,358 miliar. [Julkifli Sembiring]