PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Menentang kebijakan pemerintah dalam pemutusan penyebaran wabah Covid-19 kepala desa (Kades) Rindu Hati kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah (Benteng) Sutan Muklis, SH yang menolak pembubaran pesta pernikahan sesuai aturan Surat Edaran (SE) Bupati pada Minggu (17/1) untuk dibubarkan berbuntut panjang. Setelah dirinya dilaporkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Benteng ke Satuan Reskrim Polres Benteng. Dalam waktu dekat akan segera dipanggil dan dimintai keterangannya.

Adapun terdapat tiga poin yang masuk dalam indikasi pelanggaran. Pertama, telah menghalangi tim satgas dalam melaksanakan tugas pembubaran pesta pernikahan, memprovokasi warga dalam melakukan penolakan serta tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Kasat Reskrim Polres Benteng Iman Falucky S.Trk., S.Ik., saat ditemui awak media di ruangannya Selasa (19/01/2021) menjelaskan saat ini telah menerima laporan pengaduan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Benteng terkait pencegahan yang dilakukan desa Rindu Hati kepada Satgas Covid-19 dalam melakukan tugas memberikan tindakan kepada pelangar SE Bupati 360.

“Kami akan priksa saksi-saksi yang berada ditempat dan dalam waktu dekat kami akan melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” jelas Iman.

Sementara kasus ini sendiri Iman Falucky S.Trk., S.Ik., juga menjelaskan untuk pasal yang diterapkan, yakni pasl 212 dan 216 yaitu tentang melawan petugas.

“Ancaman kurungan 4 bulan dan denda kurang lebih 1 juta rupiah,” tutupnya. [Hendri Suwi]