Pedomanbengkulu.com, Jakarta – Kejadian dan Parameter Gempabumi, Hari Kamis, 18 Februari 2021 pukul 17.43.09 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M= 5,1.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,33 LS dan 101,7 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah Barat Daya Kota Bengkulu, Bengkulu pada kedalaman 98 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Samudera Hindia (intraplate),” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, M.Si, Jakarta (18/02/2021).

Lanjutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip). Guncangan gempabumi ini dirasakan di Bengkulu, II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

Dirinya, juga menyampaikan, hingga hari Kamis, 18 Februari 2021 pukul 18.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

Lebih lanjut, jika terjadi gempabumi susulan masyarakat dihimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempabumi.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” imbuhnya. [Soprian]