PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Senin (22/2/2021) menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing) bersama Bagian Hukum dan Pemerintahan Sekeretariat Kota Bengkulu.

Hearing dalam dengar pendapat hari ini perihal belum diterbitkannya surat keputusan (SK) setiap ketua adat diseluruh Kelurahan yang ada di Kota Bengkulu. Dengan demikian hearing ini membahas seperti apa legalitas setiap ketua adat.

“Hearing ini membahas perihal belum keluarnya surat keputusan (SK) bagi tokoh adat di setiap kelurahan, dan dengan harapan ketua adat tersebut di SK kan pada tanggal 17 maret yang bertepatan dengan HUT Kota Bengkulu,” jelas Nuzuludin.

Dalam hearing ini belum keluarnya SK bagi ketua adat di beberapa Kelurahan karena adanya beberapa faktor kendala yang dialami Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu.

“Kendalanya seperti di Kelurahan Panorama, disana ketua adatnya sudah meninggal dan sudah dilakukan pemilihan ulang, tetapi belum bisa melakukan tugasnya karena belum memiliki SK, tentu perihal SK akan ditanya, karena SK sebuah legalitas didalam terpilihnya ketua adat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BMA Kota Bengkulu Harmen Z mengatakan kehadirannya di hearing Komisi I DPRD sebagai permohonan penerbitan SK melalalui jalur DPRD agar menyampaikan ke Pemkot.

“Kehadiran kita kesini menyampaikan bahwa SK ketua adat di kelurahan sudah habis masa berlakunya. Jadi, melalui DRPD kita sampaikan aspirasi untuk meminta Pemkot agar segera menerbitkan SK yang baru,” ujar Harmen.

Mengetahui hal itu, perwakilan Pemkot Bengkulu yakni bagian hukum dan pemerintahan Sekretariat Kota Bengkulu langsung merespon baik aspirasi tersebut dengan meminta pihak BMA untuk mengumpulkan data.

“Respon Pemkot dan DPRD sangat baik. Kita diberi waktu untuk menyampaikan data-data ketua adat dan lainnya paling lama 5 maret nanti. Dan semoga SK ini sebelum HUT kota telah diterbitkan,” tutupnya.

Diketahui hearing ini, dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain yang didampingi anggota Ariyono Gumay, Kusmito Gunawan, Nuzuludin, Wawan PB dan Roni L Tobing. [Soprian]