PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rejang Lebong mengesahkan lima Peraturan Daerah (Perda) baru. Perda yang diketok palu, Senin (22/2/2020) dalam Rapat Paripurna tersebut yakni Perda Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah. Kemudian Perda Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat. Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2021-2025. Perda Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bukit Kaba Kabupaten Rejang Lebong, serta Perda Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang diajukan pemerintah daerah setempat.

Disampaikan Ketua DPRD Rejang Lebong Mahdi Husen sebelum dilakukan pengesahan 5 Perda tersebut telah dilakukan pembahasan secara mendalam bahkan untuk Perda COVID-19, dan perda pariwisata pembahasaNnya cukup alot karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Perdebatan ini untuk mencari formula yang pas ketika Perda disahkan, namun setelah dilakukan pembahasan mendalam akhirnya semua fraksi di DPRD Rejang Lebong menyetujui untuk disahkan,” jelasnya.

Mahdi juga menyampaikan setelah dilakukan pengesahan Perda ini akan disampaikan ke Provinsi guna mendapatkan koreksi terhadap sejumlah pasal-pasal yang ada di masing-masing Perda tersebut.

“Sesuai Prosedur maka seluruh perda yang disahkan hari ini akan disapaikan ke Provinsi untuk dilakukan Evaluasi. Setelah evaluasi baru bisa berlaku. Kita juga meminta kepada seluruh OPD yang berkaitan dengan perda ini agar dilakukan sosialisi kepada masyarakat sehingga bisa Evektif,” Kata Mahdi.

Terpisah Pelaksana Harian (Plh) Bupati Rejang Lebong RA Denni mengatakan setelah disahkan dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Rejang Lebong kelima Perda ini akan ditindaklanjuti bersama dengan dinas-dinas dan diajukan Gubernur Bengkulu.

“Nantinya dinas-dinas terkait akan mencermati terhadap sejumlah pasal-pasal yang hendak dilakukan koreksi. Kalau yang PDAM nantinya juga akan dilakukan uji publik terlebih dahulu sebelum diterapkan,” kata RA Denni. [Julkifli Sembiring]