Covid bukan Aib
Kata siapa?
Kata Pj Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin.

“Di Makassar ini orang mulai bangga kena covid, bahkan sepertinya berharap kena covid…”.

Demikian Rudy menjelaskan kepada kami delegasi Pemkot Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Walikota Helmi Hasan, dalam kunker 5 Feb 2021.

Haah… bangga….?
Kami semua heran mendengar penuturan Walikota Makassar.

Iya, bagaimana ndak bangga? Orang yang kena covid ini dimasukkan ke dalam hotel bintang empat. Dikasih makanan enak-enak, boleh pilih menu apa dia suka. Dilayani dengan gratis selama 14 hari. Ada bimbingan utk kesehatan jasmani dan ruhani. Dicheck swab sebanyak 3x kalau sudah negatif boleh pulang… Eh, ada sudah diswab1 swab2 negatif ndak mau pulang….

“Perjanjian kan 14 hari, saya baru sepuluh hari ini…masih ada waktu jangan mi saya disuruh pulang cepat-cepat” hehe Walikota Rudy menjelaskan sambil senyum membuat kami semua tergelak.

Orang yang dibawa ke karantina itu bahasanya adalah wisata covid, sedangkan orangnya disebut Duta Covid, bukan pasien covid….

“Bukan hanya itu” Rudy menambahkan lagi…

“Di sini sudah ada 5000-an anggota alumni covid”

Masya’Allah… hmh… haah… xyz..?!!? alumni…?

“Iya… mereka dapat ijazah yang ditandatangani langsung oleh Gubernur, ijazah Duta Covid” tandas Rudy.

Wah… Bisa-bisa nanti ada yg mengadaikan ijazah covid nih, hmh…

Inilah keadaan covid-19 sekarang di Makassar. Dulu sangat ditakuti, dianggap tabu, dianggap hina, dianggap aib… Sehingga dikucilkan… Tapi sekarang keadaan mulai berbalik… Dianggap biasa bahkan bangga jadi duta…

Lantas bagaimana tentang vaksin? Tanya Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Rudy bercerita “Setelah diperiksa oleh team medis pada tgl 14 Jan 2021, maka saya termasuk warga negara yang boleh mendapat suntikan vaksin.”

Bagaimana rasanya…?

“Ndak ada apa-apa… Saya di suntik pagi, siang saya lapar, makan banyak, naik nafsu makan, eh jam tiga sore naik lagi nafsu makan, ya makan lagi… Malam, nafsu makan naik lagi, makan lagi… Kalau sudah naik nafsu makan, nafsu yang lain juga ikut naik, hehe… “

Covid bukan Aib, inilah yang sering disampaikan oleh Walikota Helmi Hasan kepada warga kota Bengkulu sejak awal masa pandemi.

Walaupun angka terkonfirmsi kena covid masih terus meningkat, tapi warga kota Makassar, bahkan penduduk Sulsel peda umumnya nampaknya sudah bergerak dari zona takut covid kepada zona adaptasi covid.

Memang harusnya covid bukan aib, meninggalkan sholat itulah aib… Gara-gara meninggalkan sholat bukan hanya covid yang datang, tapi banjir datang, gempa datang, gunung meletus datang, angin puting beliung datang..

Semoga sukses menghalau covid, kembali hidup normal, memakmurkan masjid dan rumah ibadah.

Abdul Halim Said, Anggota Team Percepatan Pembangunan Kota Bengkulu