Senator Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Besok Jumat (12/2/2021), jutaan umat Konghucu Indonesia termasuk yang ada di Bengkulu akan merayakan Tahun Baru Imlek 2021 di tengah kondisi pandemi covid-19 yang hingga kini masih tinggi.

Meski kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menilai bahwa pandemi covid-19 tidak akan mengurangi semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam perayaan Imlek 2021.

“Secara pribadi saya menilai Imlek di tengah pandemi justru dapat menambah keharmonisan kalau diisi dengan hal yang positif seperti berbagi angpau walau secara online, istirahat sejenak dari kesibukkan dunia, mensyukuri semua hal yang didapat, dan menatap masa depan dengan optimis,” kata Riri Damayanti, Kamis (11/2/2021).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini memaklumi bahwa perayaan Imlek 2021 tidak akan semeriah seperti tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan kumpul keluarga, jamuan besar, berdoa, penyalaan lampion dan penyulutan kembang api.

“Tetap bisa buat perayaan dengan sederhana melalui virtual. Ini cara kekinian. Lakukan bersama keluarga di rumah. Pembatasan ini bukan berarti pemerintah tidak sayang, justru pemerintah sangat ingin agar semua warga etnis Tionghoa terhindar dari bala dan duka di momen yang harusnya dirayakan dengan kebahagiaan,” ungkap Riri Damayanti.

Alumni Magister Manajemen di Universitas Bengkulu ini berharap masyarakat Tionghoa mengirimkan doa agar di tahun 2572 Kongzili ini wabah covid-19 di Indonesia berakhir.

“Doakan agar pandemi segera berakhir, semua mendapatkan rezeki yang lebih banyak, semua mendapatkan keburuntungan, semua selamat dan saling menjaga diri dari wabah covid-19,” harap Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menambahkan, Imlek bukan seremoni biasa bagi etnis Tionghoa saja, namun menjadi simbol toleransi dalam keberagaman keindonesiaan.

“Jadi semua catatan kelam yang pernah dialami etnis Tionghoa di Indonesia jangan pernah lagi terjadi. Imlek ini menjadi momen untuk mempererat persatuan yang kokoh dalam suatu bangsa. Hilangkah sekat-sekat yang dapat mengganggu keharmonisan Indonesia sebagai sebuah bangsa,” demikian Riri Damayanti.

Etnis Tionghoa di Indonesia memiliki banyak kontribusi, baik sebelum Indonesia merdeka, maupun setelahnya.

Sebelum Indonesia merdeka, banyak tokoh Tionghoa yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan. Setelah merdeka, banyak atlet Indonesia keturunan Tionghoa yang mengharumkan nama bangsa.

Imlek sendiri dirayakan dengan meriah di banyak tempat di Indonesia, tak terkecuali di Bengkulu yang biasanya dipusatkan di Kampung China, Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu.

Catatan terakhir Perpustakaan Universitas Ohio, jumlah suku Tionghoa di Indonesia mencapai 7.310.000 jiwa dan menempatkan etnis tersebut merupakan yang terbesar di luar Tiongkok. [Muhammad Qolbi]