PedomanBengkulu.com, Seluma – Penemuan ladang ganja di kawasan hutan lindung kembali dilakukan apara kepolisian. Aparat dari Polsek Sukaraja mengungkap adanya dua hektar lahan yang itanami ganja, yang berada di kawasan bukit batu, desa Napal Jungur, kecamatan Lubuk Sandi kabupaten Seluma. Ladang yang juga ditanami kopi tersebut telah ditanami sedikitnya 250 batang ganja.

Kapolres Seluma, AKBP. Swittanto Prasetyo dalam press rilis yang dilakukan pada sabtu (20/2/2021) siang mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan penyelidikan polisi yang dilakukan kurang lebih selama satu bulan. Akses untuk menuju lokasi penanaman ganja yang berat, sangat menyulitkan petugas.

“Awalnya kami sudah mendapat informasi adanya ladang ganja tersebut kurang lebih satu bulan, setelah dipastikan ladang ganja tersebut benar adanya, anggota kemudian berangkat pada hari senin kemain. Untuk menuju lokasi tersebut butuh waktu dua belas jam, dengan enam jam menggunakan sepeda motor khusus yang sudah dimodifikasi,” jelas Swittanto.

Selanjutnya tim kemudian menggerebek satu buah pondok yang dicurigai merupakan tempat pelaku epmilik ladang ganja menetap. Namun saat dicek ternyata pelaku telah melarikan diri.

“Kami menemukan sepucuk senjata api laras panjang, beserta dua butir peluru, serta tas berisi idenditas pelaku. Kemudian setelah dilakukan penyisiran, lima puluh batang ganja ukuran sedang kami temukan,” jelasnya.

Penyisiran kemudian berlanjut, dan polisi kembali menemukan kurang lebih 200 batang ganja ukuran besar yang telah ditanam pelaku. Polisi kemudian langsung membawa barang bukti ganja tersebut untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Tidak semuanya kami bawa, tetapi sisanya langsung kami lakukan pemusnahan karena tidak jumlahnya yang banyak dan berat, sehingga tidak memungkinkan untuk dibawa seluruhnya. Kalau kami ukur kira kira ganja tersebut sudah ditanam di lahan seluas satu setengah sampai dua setengah hektar,” papar Swittanto.

Saat ini polisi terus melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku pemilik lahan ganja. Diduga pelaku bukan berasal dari Seluma, melainkan dari daerah lain.

“Masih didalami oleh Satresnarkoba, untuk dikejar pelakunya,” jelasnya. [IT2006]