PedomanBengkulu.com, Seluma – Sekolah dibawah kewenangan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Seluma, yakni mulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP mulai melakukan persiapan menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Salah satunya di SD Negeri 156 kelurahan Pasar Tais, kecamatan Seluma.

Sekolah mengundang para wali murid yang setuju untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka, untuk datang ke sekolah dan menandatangani surat persetujuan (16/2/2021). Ini dilakukan sebagai syarat dan bukti bahwa orang tua setuju anaknya untuk kembali ke sekolah dan mengikuti pembelajaran secara langsung, setelah hampir setahun lamanya mengikuti pembelajaran daring.

Salah satu wali murid yang ditemui di SDN 156, Yuli mengatakan setuju terhadap rencana pembukaan kembali sekolah terhadap KBM tatap muka. Ia mengatakan pembelajaran secara langsung jauh lebih efektif, meski saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung

“Sudah jenuh, motiviasinya sudah berkurang. Masih takut sebenarnya, tetapi yakin saja pasti sekolah sudah mempersiapkan, dan menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sekolah sudah mempersiapkan sarana prasarana pendukung, dalam rangka penerapan protokol kesehatan mulai dari alat pencuci tangan, thermo gun, dan pembatasan jarak bangku di kelas.

“Para hari ini kami umumkan melalui wa kelas masing masing, bagi orang tua yang mendukung sekolah tatap muka, dan sebagai syarat pemerintah untuk mengeluarkan SE sekolah tatap muka, maka kami minta untuk datang dan menandatangani masyarakat,” jelas Kepala SDN 156 Seluma, Umardin.

Umardi menyatakan, hampir seluruh wali murid menyatakan setuju dengan KBM tatap muka di sekolah, dan tidak lagi menginginkan pembelajaran jarak jauh.

“Animo wali murid untuk menyetujui sekolah tatap muka cukup besar,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dispendik Kabupaten Seluma, Emzaili Hambali mangatakan, dalam waktu dekat Pemkab Seluma akan melakukan rapat koordinasi, sebelum menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai diperbolehkannya sekolah tatap muka.

“Nanti akan dirapatkan dulu, sebelum dikeluarkan Surat Edaran,” jelasnya. [IT2006]