PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Nasip percintaan dua sejoli kandas di tangan Polisi, hal ini terjadi karena SU (24) warga Talang Rimbo Lama harus berhadapan dengan penegak hukum kerap aksi main pukul terhadap kekasihnya warga Kecamatan Curup Timur yang masih berusia 17 tahun.

SU diamankan Tim Cobra Polres Rejang Lebong pada Senin (8/3/2021) setelah keluarga pancarnya membuat laporan polisi pada tanggal 8 Februari 2020 ke Polres Rejang Lebong. Hal ini dibenarkan Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi melalui Kanit PPA, Aiptu. Deasy Oktavianty.

“Benar kita telah melakukan penangkapan terhadap SU pada hari ini (8/3). Ia kita tangkap berdasarakan laporan orangtua pacarnya warga Curup Timur karena melakukan tindakan penganiayaan terhadap pacarnya yang tergolong dibawah umur,” kata Deasy Oktavianty.

Disampaikan Kanit PPA, kronologis penganiyaan yang dilakukan oleh SU terhadap pacaranya tersebut berawal ketika korban datang kerumah pelaku pada tanggal (8/2). Pelaku melakukan pemukulan terhadap korban karena motif cemburu.

“SU ini merasa cemburu karena korban sering ngobrol dengan pria lain. Dari situ terlibat perselisihan diantara AY dan SU, hingga nekat memukul pacarnnya pada bagian wajah, kepala. Akibat pukulan tersebut, korban menderita memar dan ketika korban kembali kerumahnya, orangtuanya tidak terima dengan perlakuan SU ini sehingga melapor ke Polres Rejang Lebong,” kata Deasy.

kanit juga menyampaikan, tersangka sendiri sempat menghilang setealah adanya laporan dari keluarga pacarnya tersebut dan baru bisa ditangkap pada hari Senin (8/3).

“SU mengaku setelah kejadian pemukulan tersebut ia pergi ke kebunnya di Desa Bengko di wilayah Kecamatan Sindang dataran untuk panen Kopi,” kata Deasy.

Akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan SU terhadap pacaranya tersebut, ia dijerat dengan Pasal 76c Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 5 tahun penjara.

“SU ini sudah kita tahan, dan saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku baik motif penyebab kejadian tersebut maupun hal lain yang kita anggap perlu,” sampai Kanit PPA. [Julkifli Sembiring]