Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Di tengah pandemi covid-19, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat perdagangan ilegal satwa liar cenderung meningkat. Buktinya, sepanjang Januari-Juni 2020 KLHK telah menyita 40.142 ekor satwa liar yang diperdagangkan secara ilegal.

Tak hanya prihatin, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief ikut mengkampanyekan upaya peningkatan pencegahan kepunahan spesies langka di tengah peringatan Hari Konvensi CITES atau Perdagangan Satwa Liar yang jatuh pada hari ini, Jumat (5/3/2021).

“Melalui momen Hari Konvensi CITES 2021 ini, saya mengajak semua masyarakat untuk berperan serta melestarikan puspa dan satwa langka yang masih hidup di hutan-hutan Bengkulu seperti rafflesia arnoldii, anggrek pensil, harimau Sumatra dan gajah Sumatra,” kata Hj Riri Damayanti John Latief.

Perempuan berparas anggun yang digelari Putri Dayang Negeri oleh Masyarakat Adat Tapus ini mengatakan, spesies-spesies langka tersebut hingga saat ini masih dapat ditemui di kawasan hutan Bengkulu yang memang merupakan habitat aslinya.

“Semua sudah diumumkan akan terancam punah selama praktik pertambangan, perambahan hutan, perburuan liar dan tindakan keji lainnya dibiarkan. Tegakkan hukum untuk semua yang menganggu lestarinya spesies-spesies langka. Siapapun itu tanpa pandang bulu,” ungkap Hj Riri Damayanti John Latief.

Alumni SMP Negeri 1 Kota Bengkulu ini menjelaskan, siapapun dapat berperan aktif dalam usaha ini seperti ikut memviralkan kampanye anti kepunahan spesies langka atau dengan cara tidak mengganggu hewan dan tumbuhan langka yang ada disekitarnya.

“Kalau melihat ada aktifitas yang dapat mengancam kepunahan spesies langka peringatkan dan laporkan. Termasuk kalau ada kedapatan membeli produk dari alam liar yang dilindungi oleh hukum. Semua dapat ambil bagian dalam kampanye ini,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menyatakan siap untuk bekerjasama dengan instansi terkait untuk meningkatkan kepekaan terhadap usaha melestarikan kehidupan spesies langka ini di Bengkulu.

“Saya ikut deh kalau diajak kampanye. Semua harus tahu ini, menyelamatkan spesies langka berarti menyelamatkan generasi masa depan, menyelamatkan pariwisata, menyelamatkan ekonomi Bengkulu,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.

Untuk diketahui, Hari Konvensi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam adalah perjanjian internasional antarnegara yang disusun berdasarkan resolusi sidang anggota World Conservation Union (IUCN) tahun 1963.

Konvensi tersebut bertujuan melindungi tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam. Dalam konvensi ini, CITES menetapkan berbagai tingkatan proteksi untuk lebih dari 33.000 spesies terancam. [Muhammad Qolbi]