PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Gabungan Komisi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap PT. Indomarco Prismatama, di Kelurahan Betungan, Senin (01/03/2021).

Sidak yang dilakukan gabung Komisi DPRD Kota Bengkulu ini menindak lanjuti permasalahan yang belum selesai di periode DPRD sebelumnya, dan sidak tersebut komitmen dalam memastikan perihal perizinan operasional gerai Indomaret.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain, sidak gabungan ini dalam memastikan perizinan operasi gerai indomaret area manajemen PT. Indomarco Prismatama Bengkulu.

“Sidak ini sudah sangat jelas gerai Indomaret melanggar aturan, gerai Indomaret sudah beroperasi tetapi belum memiliki izin usaha,” tegas Teuku saat melangsungkan sidak gabungan.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Indra Sukma, menjelaskan sejak tahun 2015 mengawal perizinan PT Indomarco, dan waktu itu kita juga meminta kepada pihak Indomaret agar tidak terlebih dahulu beroperasi, sebelum izin PT Indomarco diterbitkan.

“Dulu sejak 2015 kita memiliki kesepakatan bersama PT Indomarco untuk melengkapi dokumen perizinan, setelah melengkapi perizinan serta siap beroperasi maka pihak Indomaret memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan produk UMKM lokal sebanyak 75 persen dan hingga saat ini semuanya nol besar,” ungkap Indra.

Dengan kejadian tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto menyarankan agar pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu segera melayangkan peringatan keras atau Somasi yang pertama, karena sudah beroperasi sebelum melengkapi dokumen perizinan.

“Pemkot harus mengeluarkan teguran keras terhadap PT Indomarco karena sudah melanggar aturan, dan jika nantinya tidak diindahkan serta tidak melengkapi dokumen perizinan maka akan ditindak tegas,” tegas Dediyanto.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT. Indomarco Prismatama Bengkulu, Budiono mengakui pihaknya belum mengantongi perizinan 72 gerai Indomaret. Dan dirinya juga mengakui bahwa PT. Indomarco Prismatama Bengkulu hanya memiliki izin usaha yang terinput di sistem OSS.

“Sebanyak 72 gerai Indomaret memang belum mengantongi izin, dan saat ini izin usaha baru terinput pada sistem OSS. Serta saat ini kami sedang melakukan penginputan data melalui website DPMPTSP, tinggal menunggu persetujuan dari Pemkot Bengkulu,” katanya.

Sementara itu, pihak DPMPTSP yang diwakilkan Afri Chandriani mengatakan selama periode 2019-2020 pihaknya sudah menyurati pihak PT. Indomarco Prismatama Bengkulu agar melengkapi ke 72 dokumen perizinan. Dan saat ini sebanyak 30 gerai Indomaret di tunda karena belum memenuhi syarat.

“Dari 72 gerai Indomaret, 30 gerai ditunda dalam dokumen perizinan, penundaan tersebut karena dokumen dari PT Indomarco Prismatama tidak lengkap,” tutupnya. [Soprian]