PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu mewisuda 937 mahasiswa jenjang sarjana, magister dan doktor. Wisuda angkatan XVI ini dibagi menjadi 4 sesi selama 2 hari berturut-turut, yakni 30-31 Maret 2021.

Edo Bramesta, S.Pd, lulusan Fakultas Tarbiyah Dan Tadris, program studi Pendidikan Agama Islam berhasil menjadi wisudawan dengan IPK tertinggi, yakni 3.97 (Cumlaude).

“Saya bersyukur bisa kuliah di IAIN Bengkulu. Biaya kuliahnya sangat terjangkau dan dosen-dosen yang ada disini sangat berkompeten dan berkualitas,” ujar Edo Bramesta kepada awak media usai melaksanakan prosesi pemindahan kucir oleh Rektor IAIN Bengkulu, Selasa (31/3).

Lebih lanjut, Edo mengaku akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan dirinya juga berniat menjadi penghafal Al-Quran serta akan kembali lagi ke IAIN Bengkulu untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang telah dapat nantinya.

Dilain sisi, Prof. Dr. H. Sirajuddin M.M.Ag., MH selaku rektor IAIN Bengkulu mengungkapkan bahwa wisuda kali ini merupakan wisuda terbanyak sepanjang sejarah IAIN berdiri.

“Wisuda kali ini juga bertepatan dengan momen sewindu (delapan tahun) IAIN Bengkulu,” ucap Prof. Sirajuddin.

Rektor yang sudah 11 tahun memimpin kampus hijau ini juga menyatakan bahwa sewindu IAIN Bengkulu juga bertepatan dengan finalisasi menuju Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu.

“Rangkaian akhir dari rangka upaya cerdas, kerja keras, kerja ikhlas, dari para tim transformasi. Segala resiko dihadapi. Bahkan bertaruh nyawa ditengah pandemic. Harus pulang pergi Jakarta demi kemajuan institusi yang dicintai,” tambahnya.

Prof Sirajuddin juga berpesan agar para wisudawan tak acuh dengan perkembangan zaman serta harus membuka diri terhadap hal-hal baru.

“Para wisudawan harus mampu berkompetisi, mempunyai daya saing tinggi, sarjana strata I jumlahnya sudah berjuta. Sarjana strata II kini menjadi primadona. Sementara sarjana strata III jangan hanya sekedar cita-cita. Gelar dan ijazah bukan segalanya. Skill saja tidak cukup, kepribadian dan etos kerja menjadi penyempurna. Tanamkan attitude, skill dan knowledge sebagai prinsip. Para sarjana juga harus mengedepankan adab di social media dan lingkungan dimana berada, tatakrama harus dijunjung tinggi, menghormati yang lebih tua. Menghargai yang lebih muda. Patuh dan taat terhadap orang tua. Ridho orang tua adalah barometer kesuksesan. Hormati para guru dan dosen, karena berpengaruh terhadap keberkahan ilmu,” pesan Rektor.

Sebagai informasi, 937 wisudawan dan wisudawati IAIN Bengkulu angkatan ke-XVI terdiri dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) sebanyak 122. Fakultas Syariah sebanyak 83. Fakultas Tarbiyah dan tadris sebanyak 472. Fakultas EDI 233 dan Pascasarjana sebanyak 27 orang.

Selanjutnya, wisudawan Terbaik Tingkat Institut Agama Islam Negeri Bengkulu adalah Usmi Laila, S.Sos lulusan program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, FUAD dengan IPK 3.91 (Cumlaude).

Terbaik S1 dan Pascasarjana Tingkat Fakultas: Fakultas Syariah : Yunita Damayanti, SH lulusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dengan IPK : 3.88 (Cumlaude).

Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, Nopa Three Sartini, S.Sos lulusan program studi Bimbingan dan Konseling Islam dengan IPK : 3.91 (Cumlaude)

Fakultas Ekonomi Dan Bisini Islam, Sindi Livia Damayanti, SE lulusan Perbankan Syariah dengan IPK : 3.83 (Cumlaude).

Pascasarjana, Muhammad Syahwalan, MH, lulusan program studi Hukum Tata Negara dengan IPK : 3.70 dengan predikat Cumlaude. [Kucir.06/ADV]