PedomanBengkulu.com, Lebong – Meskipun sebelumnya ramai warga yang ikut diamankan, dalam kasus perjudian online jenis Toto gelap (Gelap). Baik itu TKP di Desa Semelako I Kecamatan Lebong Tengah, maupun TKP di Desa Talang Leak I Kecamatan Bingin Kuning. Namun dari kedua TKP tersebut, Satreskrim Polres Lebong hanya menetapkan 3 orang tersangka, yang disangkakan menjadi bandar Togel. Proses penanganan perkara Togel ini sebelumnya terkesan tertutup dan sedikit lambat. Bahkan sejak ketiga tersangka ditangkap, sampai saat ini masih dalam proses penyidikan dan pemeriksaan saksi oleh Penyidik Satreskrim Polres Lebong.

Ketiga tersangka tersebut meliputi, AG (36) dan BT (31), keduanya merupakan warga Desa Semelako I Kecamatan Lebong Tengah yang diamankan pada tanggal 10 Februari 2021 lalu. Kemudian penangkapan EK (40) warga Desa Talang Leak I Kecamatan Bingin Kuning pada tanggal 17 Februari 2021.

“Sedang penyidikan dan lengkapi berkas perkaranya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Didik Mujiyanto sekaligus membenarkan adanya penangkapan tersangka Togel saat dikonfirmasi PedomanBengkulu.com, Sabtu (06/03/2021) sore.

Disampaikan Kasat, untuk tersangka AG dan BT, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti meliputi uang tunai Rp. 2.403.000 dan Rp.15 ribu. 3 buah buku rekapan catatan togel, 2 lembar kertas pasangan nomor togel. 2 buku tabungan rekening, 1 unit HP merk XIOMI warna hitam dan 1 unit HP merk VIVO warna hitam. Selanjutnya tersangka EK, polisi juga mengamankan barang bukti berupa Uang tunai senilai Rp.409.000, kemudian 60 lembar kertas rekapan angka-angka nomor togel. 1 unit merk VIVO Y12 warna biru tua dan 1 buah dompet penyimpanan uang.

“Ketiganya ditangkap karena telah
telah melakukan dugaan tindak pidana Perjudian jenis toto gelap, Sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 KUHPidana,” ungkapnya.

Menariknya, saat penangkapan ketiga tersangka Togel tersebut ada sejumlah warga lainnya, yang juga diamankan pada saat penangkapan di kedua lokasi tersebut. Dari pengakuan dari salah satu warga (Indentitas dirahasiakan,red), yang ikut dipanggil sebagai saksi Togel. dirinya mengakui sebagai pemasang dan saat bandar ditangkap, namanya ikut disebut-sebut sang bandar berdasarkan data rekap pemasang.

“Ramai kami dibawa ke Mapolres Lebong, setelah ditanya-tanya mereka, saya hanya ditetapkan sebagai saksi,” ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, pria ini menyebutkan bahwa dirinya bersama rekannya yang lain, dimintai sejumlah uang oleh oknum penyidik agar bisa lepas dari jeratan hukum dan posisinya tetap hanya sebatas saksi. Dikarenakan tidak ingin terjerat proses hukum yang panjang urusannya, dirinya pun bersedia memberikan uang yang diminta oleh oknum tersebut.

“Kami kumpulkan uangnya dan sudah diserahkan padanya (Oknum Penyidik,red),” singkatnya.

Terkait informasi adanya oknum penyidik, yang diduga meminta sejumlah uang kepada para saksi dalam perkara Togel tersebut. Dibantah oleh Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Didik Mujiyanto. Bahkan dirinya memastikan tidak ada kejadian seperti isu tersebut.

“Ga ada itu,” tepisnya. [Supriyadi]