Ilustrasi.

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Meski Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, telah mengantarkan langsung surat permohonan agar kepala SMA Negeri 6 Rejang Lebong dicopot karena melakukan tindakan asusila dengan Istri Rekan kerjanya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu dengan tujuan Gubernur Bengkulu, namun Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Hendy Afrizal mengaku belum menerima surat permohonan tersebut.

]Hal ini disampaikan Hendy Afrizal pada saat mengikuti kegiatan pertemuan kepala sekolah Tingkat SMA/SMK yang diadakan Cabang Dinas Pendidikan Rejang Lebong di SMKN 1 Rejang Lebong, Jumat (5/3/2021)

“Sampai hari ini (5/3/2021), surat belum kita terima. Jadi kami belum bisa berkomentar, karena memang suratnya belum turun ke kami,” singkat Hendy.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Curup, Inne Kristianti, SP., M.Si., saat hendak diwawancarai pada Jum’at (5/3) siang, nampak disibukkan dengan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMKN 1 Rejang Lebong. Meski beberapa kali hendak dikonfimasi namun ia mengelak dengan alasan sibuk.

“Tunggu sebentar ya, saya masih mendapingi pak Kabid,” ujar Inne ketika hendak diwawancarai.

Baca: Selingkuh dengan Istri Rekan Kerja, BKAD Bermani Ulu Minta Gubernur Pindahkan Oknum Kepsek

Selang beberapa waktu, upaya untuk mengkonfirmasi terkait surat Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bermani Ulu tersebut Ia pun kembali mengelak.

“Tunggu sebentar ya pak. Saya masih mendampingi pak Kabid, mau sholat Jum’at,” jawab Inne, sembari naik ke Mobil yang telah menunggu dan meninggalakan Lokasi SMKN 1 bersama kepala bidang Kepala Bidang Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Hendy Afrizal.

Dikonfirmasi Terpisah Ketua Biro Penegakan Kode Etik, Advokasi, Bantuan Hukum, dan Perlindungan Profesi PGRI Provinsi Bengkulu, Dra. Hj. Merliani, M.Pd mengaku belum mengetahui terkait adanya laporan dari Forum Kades Bermani Ulu tersebut.

“Memang kami ada mendengar ada permasalahan, namun kami belum mengetahui seperti apa kebenarannya, kita juga belum ketemu dengan yang bersangkutan, kita lihat kebenaranya, baru kita cari solusinya,” ujar Merliani.

Sebelumnya Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta Gubernur Bengkulu melalui Badang Kepegawaian Provinsi memindahkan atau mencopot Kepala Sekolah SMA Negri 6 Rejang Lebong.

Permintaan tersebut dibuat karena oknum Kepala Sekolah tersebut melakukan tindakan asusila dengan istri salah seorang rekan kerjanya dan juga telah sempat terjadi keributan antara oknum kepala sekolah dengan suami selingkuhanya yang juga merupakan guru disekolah tersebut.

Surat BKAD Kecamatan Bermani Ulu yang ditandatangani oleh Ketua Forum Kades Kecamatan Bermani Ulu Yongki Afrizal, SH dilayangkan pada tanggal 22 Februari 2021 ke Gubernur bengkulu melalui Kepala BKD Provinsi Bengkulu.

”Benar kami memang ada melayangkan surat ke Gubernur melalu BKD Provinsi agar menarik atau mencopot kepala SMA Negeri 6 Rejang Lebong. Kami melayangkan surat tersebut karena oknum kepala sekolah tersebut telah melakukan tindakan Asusila dan pada tanggal 18 Februari yang lalu sempat terjadi perkelahian di wilayah desa Sentral baru tepatnya dilokasi sekolah atara oknum kepala sekolah tersebut dengan suami selingkuhanya yang juga mengajar disekolah tersebut,” kata Yongki Afrizal ketika dikonfirmasi melalu sambungan telpon, Kamis (4/3/2021).

Yongki menambahkan, BKPD Bermani Ulu melayangkan surat permohonan pencopotan kepala sekolah SMA Negri 6 tersebut karena tindakannya dinilai telah mencoreng dunia pendidikan.

“Tindakan kepala sekolah tersebut mengakibatkan kepercayaan masyarakat Bermani Ulu tidak adalagai dan Ia juga kami nilai tidak memberikan contoh yang baik selaku tenaga pendidik,” kata Yongki.

Tak hanya perkara asusila yang dilakukan oknum Kepala Sekolah yang dikhawatirkan akan berbuntut panjang. Intensitas bertemu antara Oknum Kepala Sekolah dan Guru Suami selingkuhanya dikhawatirkan akan menimbulkan pertikaian, dan permasalahn baru.

“Kami takutnya, bakal muncul permasalahan baru. Pasti suami si perempuan masih dendam atas kejadian asusila yang telah dilakukan oknum Kepala Sekolah. Jadi, surat permohonan kami itu meminta supaya Kepala Sekolah itu diganti atau dipindahkan ke tempat lain,” papar Yongki. [Julkifli Sembiring]