PedomanBengkulu.com, Seluma – Belasan ekor sapi milik warga di desa Riak Siabun kecamatan Sukaraja, kabupaten Seluma, mati karena diduga terserang penyakit. Menurut Selamet (7/3/2021), salah satu peternak, sapi miliknya saat ini sudah tiga ekor yang mati dalam waktu satu bulan terakhir.

“Yang mati ada tiga ekor, ada dua lagi indukan yang mengalami keguguran. Saat ini tinggal sebelas ekor lagi sapi milik saya,” jelasnya saat ditemui.

Selamet menambahkan, sebelum mati sapinya mengalami berbagai gejala, mulai dari kurang nafsu makan dan kemudian tumbang hingga akhirnya mati. Sapi yang telah mati tersebut ia kubur untuk mencegah penularan.

“Waktu mati itu dari kulitnya itu keluar darah, kal;au dari gejalannya ini seperti penyakit jembrana,” jelasnya.

Tak hanya Selamet, beberapa peternak lain yang tinggal tak jauh dari peternakannya juga mengalami hal serupa. Bahkan jumlah kematian sapi milik rekannya lebih banyak darinya.

“Ada yang awalnya jumlah sapinya 37 ekor, tinggal 14 ekor lagi sekarang. Kami sangat khawatir ini bisa bertambah kembali dan pastinya kami merugi,” jelasnya.

Untuk sementara Selamet melakukan berbagai langkah berupa memisahkan satu ekor sapi dengan sapi yang lainnya, agar tidak menularkan apabila sewaktu waktu sapi terjangkit.

“Biasanya sapi saya tidak pernah ditambang, kali ini saya tambang semua agar tidak kemana mana dan berkumpul,” jelasnya.

Selain itu Selamet mengatakan biasanya peternak akan menjual sapinya, jika sudah mengalami gejala sakit. Namun sapi yang kondisinya tidak sehat tersebut dipastikan tidak bisa dijual dengan harga normal.

“Palingan hanya satu juta sampai dua juta pak, mau bagaimana lagi. Kalau normalnya dalam kondisi sehat sapi bisa dijual sepuluh sampai dua belas juta,” jelasnya. [IT2006]