PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Mobil angkutan batu bara harus berhenti melintas di Jalan Lintas Barat Sumatera tepatnya di simpang tiga Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita Desa Bukit Makmur Kecamatan Pinang Raya karena diberhentikan paksa oleh masyarakat yang tergabung dari Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun dan Desa Bukit Makmur Kecamatan Pinang Raya, Senin (5/4/2021).

Menurut pantauan Pedomanbengkulu.com dilapangan aksi tersebut terjadi lantaran kesal atas angkutan batu bara yang melintas secara ugal ugalan dan mengakibatkan kecelakaan dengan pengendara motor.

Mengetahui kecelakaan tersebut dan ditambah tuntutan masyarakat terkait aktivitas angkutan batu bara yang pernah dikeluhkan masyarakat beberapa waktu lalu kepada Gubernur tak direalisasikan, masyarakat pun berdong-bondong berkumpul dan memblokade jalinbar tersebut.

AI salah satu warga desa Bukit Makmur yang bergabung di dalam aksi tersebut menjelaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti jika tuntutan mereka tidak didengarkan.

“Kami akan memblokir jalan dan menghentikan aktifitas angkutan batu bara hingga waktu tak ditentukan, apa bila tak ada instansi terkait datang menemui kami dan berjanji merealisasi tuntutan kami”, jelas AI.

Polsek Ketahun diturunkan ke lapangan demi menjaga aksi demo agar tidak terjadi kericuha. [Sugeng]