PedomanBengkulu.com, Kota Bengkulu – Sudah memasuki 3 tahun memimpin Kota Bengkulu, pasangan Helmi-Dedy (HD) selalu menjadi perhatian. Mereka selalu terlihat kompak di berbagai kesempatan. Bahkan, sering satu mobil saat kunjungan lapangan.

Keharmonisan kedua pemimpin ini menjadi barang langka saat ini. Sebab biasanya bulan madu kepala daerah dan wakil kepala daerah hanya beberapa bulan saja. Belum setahun, sudah retak bahkan perang terbuka. Namun di Kota Bengkulu, kedua pemimpin muda ini betul-betul menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya.

“Jujur… saya salut dengan Helmi-Dedy ini. Mana ada pasangan seharmonis mereka berdua. Mestinya, ini menjadi contoh buat kepala daerah lain. Dimana-mana mereka selalu bersama. Keduanya saling isi dan menutupi satu sama lain,” ujar pemerhati politik Bengkulu, Elfahmi Lubis, M.Pd.

Fahmi mengaku kenal dekat dengan Helmi-Dedy. Kedua pemimpin ini memang sudah berteman sejak bangku kuliah.

“Sebenarnya, karakter keduanya sama-sama keras haha… Maklum, mereka sama-sama aktivis kampus. Pak Helmi dulu juniornya Pak Wawali. Dulu yang Ospek Walikota, ya Pak Dedy itu. Karena Wawali saat itu Ketua BEM. Tapi Wawali bisa membawa diri. Dia hormat dan loyal sama Walikota, walau dia lebih senior. Dan Helmi juga menghargai seniornya dengan memberi ruang kepada Wawali. Mungkin ini resep mereka akur,” ulas dosen UMB ini.

Fahmi mengaku prihatin banyak kepala daerah yang tidak harmonis. Padahal dulu ketika berjuang saat Pilkada selalu bersama. Namun begitu dilantik, bulan madunya hanya beberapa bulan saja.

“Kuncinya harus saling tenggang rasa. Sebab, kepala daerah dan wakil itukan seperti pasangan suami-isteri. Kepala daerah, jangan monopoli. Kasih dong… ruang untuk wakil. Kalau ada rezeki bagi-bagi. Jangan Mansur, alias makan surang. Kalau mutasi, ajak-ajak. Kalau ini dilakukan, pasti kompak,” tukas Fahmi yang mantan jurnalis ini. [ADV]