Beningnya aliran sungai Air Putih dan suhu yang tak begitu dingin dimanfaatkan sejumlah pengunjung untuk mandi dan bermain di objek wisata Air Putih.

LEBONG, PB – Objek wisata andalan Kabupaten Lebong, Air Putih, kurang perawatan. Dibanyak tempat, sungai yang membelah hutan dan dialiri air jernih yang panas sekaligus dingin ini dikotori sampah.

“Pemerintah hanya sekali membangun, kemudian tak pernah diurus kembali. Banyak sampah bertebaran dimana-mana karena memang tidak banyak tempat sampah yang dibangun,” kata Miftahul Huda, warga Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara, Minggu (1/11/2015).

Sejak Kabupaten Lebong berdiri sebagai kabupaten yang mandiri, lanjut Miftah, Pemerintah Kabupaten Lebong tidak pernah gencar melakukan promosi terhadap ‘Sungai Surgawi’ yang terletak di Desa Air Putih Kecamatan Pinang Belapis ini.

“Paling sering hanya dikujungi oleh warga setempat saat musim lebaran tiba. Warga luar jarang. Karena memang kurang dipromosikan. Orang luar banyak yang tahu biasanya karena dipromosikan melalui Facebook atau Instagra,” sambungnya.

Bujang Bengkulu 2014, Nico Ardi Putra, menyayangkan kurang terawatnya objek wisata Air Putih ini. Menurut dia, bila mampu dikelola dengan baik, maka objek wisata ini bukan hanya bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar bagi Kabupaten Lebong, namun juga bisa membawa berkah bagi warga sekitar.

“Sejak awal Pemerintah Kabupaten Lebong memang tidak mempunyai konsep yang matang ketika menjadikan itu sebagai objek wisata andalan. Kita bisa lihat dari tidak adanya tempat persalinan baju di kawasan pemandian. Adanya diatas jauh dari lokasi pemandian bersatu dengan toilet yang kotor dan bau,” katanya.

Nico mengutarakan, ketika mengunjungi kawasan ini pada Kamis (29/10/2015) yang lalu, ia melihat pemandian air panas di Air Putih dibiarkan dalam keadaan kering dan dikelilingi oleh gazebo atau shelter yang kusam. Ke depan, Nico mengimbau agar Pemerintah Kabupaten Lebong dapat menata kembali objek wisata ini.

“Kami berharap pengelolaan objek wisata Air Putih menjadi perhatian pariwisata di Kabupaten Lebong. Masih ada puluhan objek wisata lain yang juga tak tergarap maksimal, tidak terintegrasi dan dengan infrastruktur yang buruk. Kepala daerah selanjutnya harus membangun semua objek wisata ini,” demikian Nico. [Vilyan Alfaqih]